googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Okt 2019 15:23 WIB

KEK Pangandaran Tawarkan Investasi Rp 1 Triliun

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom
Bandung - Pemprov Jabar terus menggenjot pengembangan sektor pariwisata yang diproyeksikan menjadi motor penggerak perekonomian. Salah satu destinasi yang ditawarkan untuk mendatangkan investor yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran.

Dalam forum West Java Investment Summit di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019), Pemprov Jabar menawarkan 26 proyek dengan nilai investasi Rp 53,8 triliun. Proses MoU dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi.

Mengambil tema 'Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment', WJIS 2019 yang menitikberatkan kepada konektivitas, menawarkan setidaknya delapan proyek infrastruktur.


Di antaranya Monorail Bandung Raya, Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, TPPAS Ciayumajakuning, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Jatigede, SPAM Bandung Raya, Aerocity Bandara Internasional Jawa Barat, Kawasan Industri Segitiga Rebana (Subang-Cirebon-Majalengka), dan Kawasan Ekonomi Khusus (Lido-Kab. Bogor, Cikidang-Kab. Sukabumi, dan Kab. Pangandaran).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui sangat fokus terhadap pengembangan pariwisata. Mengingat, ke depan perekonomian Jabar tidak lagi hanya bergantung sektor manufaktur saja.

"Kita paham kalau hanya mengandalkan manufaktur sangat terpengaruh global. Karena 40 persennya (komponennya) impor," ungkap RK kepada wartawan di sela-sela kegiatan.


Menurutnya dalam forum ini, KEK pariwisata akan menyerap investasi sekitar Rp 1 triliun untuk pengembangan infrastruktur, di antaranya pembangunan pusat perbelanjaan dan perhotelan.

"Kalau nggak salah tadi investasinya Rp 1 triliunan. Ini sangat baik untuk pengembangan wisata di sana," tutur dia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Doni Joewono mengatakan sektor pariwisata ke depan sangat diandalkan sebagai penggerak ekonomi. Sebab, sektor manufaktur sangat bergantung kondisi ekonomi global.

"Kalau ke depan hanya mengandalkan manufaktur sulit (berkembang ekonomi) Jabar. Investasi untuk sektor pariwisata ini penting sekali," ujar Doni.

Simak Video "Sekeluarga Korban Kecelakaan di Tol Gempas Dimakamkan Berdampingan"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com