Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Okt 2019 13:21 WIB

Goks! Gaji Kerja 100 Tahun Jadi Pegawai Setara 1 Tahun Jadi CEO

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Fauzan Kamil/Tim Infografis Foto: Fauzan Kamil/Tim Infografis
Jakarta - Kesenjangan pendapatan di Amerika Serikat makin besar. Sebuah laporan dari Institute for Policy Studies (IPS) menyoroti betapa besarnya ketimpangan upah antara CEO dan pekerja. Mengutip CNBC, Selasa (29/10/2019) IPS menganalisis data pembayaran di perusahaan S&P 500. Mereka menemukan bahwa hampir 80% dari 500 perusahaan dengan modal terbesar di AS ini membayar CEO mereka lebih dari 100 kali lipat dari gaji pekerja biasa.

Bahkan, hampir 10% dari perusahaan-perusahaan besar itu hanya membayar pekerja biasa mereka di bawah standar garis kemiskinan untuk keluarga di AS (yang isinya empat orang). Atau kira-kira di bawah US$ 27 ribu atau sekitar Rp 378 juta (dalam kurs Rp 14 ribu).

Karyawan pada umumnya harus bekerja setidaknya seratus tahun untuk mendapatkan apa yang dihasilkan oleh CEO mereka dalam setahun. IPS juga melaporkan bahwa di antara perusahaan-perusahaan S&P 500, 88% dari pekerja biasa mereka hanya dianggap paruh waktu. Bahkan, 31% karyawannya bekerja di negara-negara dengan upah rendah seperti Cina dan Meksiko.


50 perusahaan dengan kesenjangan gaji terbesar mencakup 24 perusahaan blue-chip. Tiga dari perusahaan itu bergerak pada industri mobil, lima perusahaan di industri perangkat keras teknologi, lima perusahaan di industri makanan cepat saji, dan 14 perusahaan lainnya di dunia ritel.

IPS menemukan bahwa raksasa supermarket AS, Walmart memiliki kesenjangan gaji antara CEO dan karyawan sebesar 1.076 banding 1. CEO Walmart Doug McMillon menghasilkan US$ 23.618.233 pada tahun 2018 sementara gaji rata-rata untuk pekerja Walmart cuma US$ 21.952 pada tahun itu.

Raksasa ritel GAP disebut IPS memiliki kesenjangan gaji CEO dengan pekerja yang paling besar di antara perusahaan S&P 500. CEO GAP, Art Peck, dilaporkan menghasilkan US$ 20.793.939, sedangkan pekerja biasa perusahaan hanya menerima gaji sebesar US$ 5.831 per tahun. Perbandingannya, CEO GAP memiliki gaji 3.566 kali lebih banyak dari pekerja biasa perusahaan.

Kondisi ini sangat berbeda dengan standar yang ditetapkan ahli ilmu manajemen Peter Drucker. Pria yang sering dianggap sebagai bapak ilmu manajemen modern, percaya bahwa rasio gaji CEO dengan pekerja yang sehat berkisar antara 25 :1, artinya gaji CEO maksimal hanya 25 kali dari pekerja biasa.


Kesenjangan gaji CEO dengan pekerja hanyalah satu dari banyak cara untuk mengukur ketimpangan. Biro Sensus AS menggunakan indeks Gini untuk mengukur ketimpangan pendapatan. Menurut analisis 26 September dari Biro Sensus, indeks Gini di seluruh Amerika Serikat meningkat dari 0,482 pada 2017 menjadi 0,485 pada 2018.

Sembilan negara bagian terpantau paling signifikan dalam ketimpangan pendapatan. Mulai dari Alabama, Arkansas, California, Kansas, Nebraska, New Hampshire, New Mexico, Texas, hingga Virginia.

Indeks Gini sendiri memiliki rating berkisar dari 0 hingga 1. Semakin angkanya membesar dan mendekati angka satu menandakan ketimpangan yang makin melebar. Kondisi sempurna tanpa ketimpangan ditunjukkan dengan menipisnya Indeks Gini ke angka 0.

Simak Video "Polisi Dilarang Pamer Kemewahan di Medsos, Intip Yuk Gajinya"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com