Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Okt 2019 16:25 WIB

Instruksi Jokowi ke Luhut: Tekan Defisit, Kurangi Impor

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Jokowi dan Maruf Amin (Antara Foto) Foto: Jokowi dan Ma'ruf Amin (Antara Foto)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mampu mengatasi impor bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya komoditas tersebut menjadi biang kerok defisit transaksi berjalan (CAD) dan defisit neraca perdagangan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) membahas penyampaian program dan kegiatan di bidang kemaritiman dan investasi.

"Saya minta di Menko Maritim dan Investasi fokus beberapa hal, pertama menyiapkan, membuat program-program terobosan dalam rangka menekan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019).


Jokowi meminta kementerian yang dipimpin Luhut bisa memacu investasi, di saat yang bersamaan menekan impor BBM. Artinya investasi juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

"Harus kita pastikan bahwa peningkatan investasi terus bisa kita lakukan dan dalam saat yang bersamaan kita juga bisa mengurangi ketergantungan pada barang-barang impor khususnya BBM," sebutnya.

Menurutnya impor BBM ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap defisit neraca perdagangan maupun defisit transaksi berjalan.


Dia juga menekankan agar program B20 dalam rangka mengurangi impor BBM terus dilaksanakan. Dia minta ke depannya didorong hingga menuju B100.

"Implementasi kebijakan energi baru terbarukan juga harus dipercepat lagi terutama percepatan mandatori untuk dari B20 jadi B30, nanti melompat ke B50 dan B100," tambahnya.





Simak Video "Lewat B30, Jokowi Ingin Tekan Impor BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com