Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 20:22 WIB

Terkuak! Ini Sebab Merpati Tak Kunjung Dapat Suntikan Modal Investor

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau MNA tak kunjung terbang hingga saat ini. Sebab, untuk bisa terbang Merpati mesti mendapat suntikan modal dari investor.

Sementara, investor yakni PT Intra Asia Corpora yang berniat menyuntik modal Rp 6,4 triliun tak kunjung masuk karena belum ada keputusan untuk pelepasan saham atau privatisasi.

"Iya lah. Ini bukan kesimpulan ya. Bukan privatisasi dulu baru investor masuk. Tapi sampai dengan investor masuk pasti harus ada privatisasi karena proposalnya kemarin privitisasi. Sekarang seperti apa, masih nunggu," kata Direktur Utama MNA Asep Eka Nugraha di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta, Senin (4/11/2019).


Dia menuturkan, pemerintah belum memberi restu untuk privatisasi. Dia melanjutkan, untuk privatisasi sendiri Merpati harus melakukan restukturisasi utang maupun bisnis Merpati.

"Belum ada kan emang (persetujuan). Kan di antara privatisasi kan ada restrukturisasi. Mana ada privatisasi sebelum ada restrukturisasi. Restrukturisasi diselesaikan dulu," jelasnya.


Terkait rencana Merpati terbang lagi, Asep belum bisa menjelaskan secara rinci. Sebab, untuk menerbangkan kembali pesawat, pihaknya juga harus melakukan perhitungan sesuai dengan perdamaian (homologasi).

"Setiap ada pergerakan pesawat Merpati terbang itu yang akan menjadi triger untuk grace period tentang penerapan homologasi on. Nah itu yang benar-benar harus dihitung oleh kita Garuda, bersama-sama termasuk agen restrukturisasi dan tim (Kementerian) BUMN mana yang benar bergerak dihitung mana yang akan men-triger on," jelasnya.

Untuk benar-benar bisa terbang sendiri, Merpati saat ini menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk bisnis kargo di Papua. Dalam kerja sama ini, Merpati akan memanfaatan satu pesawat Garuda pada tahap awal yang rencananya diluncurkan pada 10 November 2019 mendatang.

Simak Video "PR Khusus Indonesia Untuk Menggaet Investor di Zaman Demokrasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com