Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Nov 2019 20:01 WIB

'Cerai' dari Garuda, Sriwijaya Air Kekurangan Armada

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan hingga kini masih ada masalah besar yang dihadapi Sriwijaya Air. Terlebih dengan putusnya hubungan kerja sama dengan Garuda Indonesia Group.

Budi Karya menyebut bahwa armada Sriwijaya Air tidak sebanding jumlah rute penerbangannya. Dia menilai bahwa masalah finansial yang menimpa Sriwijaya Air mengurangi armadanya.

"Masalahnya, tidak terlayaninya penerbangan karena kurangnya dan terbatasnya jumlah armada yang laik jalan. Armadanya berkurang karena masalah finansial," ungkap Budi Karya saat rapat dengan Komisi V DPR, Jakarta, Senin (25/11/2019).


Budi Karya mengatakan pihaknya sedang melakukan penyesuaian frekuensi dan rute penerbangan dengan armada yang laik jalan.

"Tindak lanjutnya kami akan sesuaikan jumlah frekuensi penerbangan dan rutenya dengan armada yang laik operasi," ucap Budi Karya.

Sebelumnya Budi Karya juga mengatakan akan segera melakukan audit keuangan terhadap Sriwijaya Air. Pasalnya hingga kini belum ada audit keuangan yang dilakukan, khususnya saat bergabung dan bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

"Lalu laporan keuangan, mengingat penyatuan menjelang akhir tahun lalu belum ada audit report secara permanen. Maka kami akan audit dulu supaya tahu bagaimana keuangannya," ucap Budi Karya.



Simak Video "Garuda dan Sriwijaya 'Cerai', Menhub: Bikin Persaingan Harga Lebih Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com