Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Nov 2019 14:27 WIB

Laporan dari Busan

RI Gandeng Korsel Garap Pembangunan Ibu Kota Baru

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Rizka/Kemenko Perekonomian Foto: Dok. Rizka/Kemenko Perekonomian
Busan - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dalam pertemuan Indonesia dan Korea Selatan ada tiga dokumen kesepakatan yang ditandatangani. Ketiganya adalah Joint Declaration on the Final Conclusion of the Negotiations of the Republic of Korea-Republic of Indonesia Comprehensive Economic Partnership (CEPA).

Selanjutnya ada juga Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas Indonesia-Korea. Serta MoU Concerning Technical Cooperation on Capital City Relocation and Development.

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi menyambut baik kerja sama teknis pembangunan ibu kota baru Indonesia dengan konsep smart, safe, green, inclusive and resilient city.


Selain itu, Indonesia juga menghadiri ASEAN-Republic of Korea (ROK) CEO Summit. Secara umum, pertemuan ini membahas visi dan kebijakan masing-masing negara, masa depan bisnis di Korea dan negara ASEAN serta networking bagi pelaku bisnis kedua belah pihak.

Airlangga menjelaskan bahwa pihak Indonesia menyampaikan tiga terobosan yang perlu dilakukan ASEAN dan Korsel di era age of disruption ini. Pertama, pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ketiga, pengembangan energi terbarukan.

Menurut Airlangga, Korsel adalah salah satu mitra strategis khusus, investor terbesar ke-6, dan mitra bisnis tradisional Indonesia.

"Untuk itu, Presiden RI mengundang 10 pemilik/pimpinan dari perusahaan besar Korea Selatan dan KADIN Indonesia untuk berdiskusi dengan para investor Korea tentang realisasi maupun rencana pengembangan investasi di Indonesia," kata dia.

Pemerintah Indonesia juga menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru memiliki beberapa keunggulan komparatif. Mulai dari tenaga kerja dengan usia produktif yang besar, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang terjaga, terbuka terhadap pasar global, serta komitmen kuat untuk melakukan simplifikasi dan deregulasi kebijakan.


Kemudian, rombongan Indonesia pun melakukan pertemuan dengan ilmuwan dan peneliti Indonesia di Korea. Pertemuan yang dibuka oleh Duta Besar RI ini memperkenalkan lingkup keahlian para ilmuwan muda tersebut.

Keahlian tersebut antara lain artificial intelligence untuk prediksi bencana, teknik perkapalan dan kelautan, medical healthcare, nano technology dan biodiesel maupun green technology.

Airlangga menuturkan, Presiden Jokowi berpesan agar para ilmuwan menekankan pentingnya kreativitas, inovasi dan kecepatan dalam hal riset di tengah era persaingan antar bangsa.

"Ini sejalan dengan salah satu program prioritas di Indonesia dalam 5 tahun ke depan yaitu penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Maju di tahun 2045," pungkas Airlangga.

Simak Video "Sanjungan Jokowi ke Partai Golkar: Ketuanya Top!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com