Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 01 Des 2019 16:45 WIB

Yang Perlu Diatur Agar Skuter Listrik Tak Jadi Mesin Pembunuh

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Operasi skuter perlu diatur karena berkaitan dengan aspek keselamatan. Sebab, skuter listrik beroperasi di jalanan dan berpotensi mengancam nyawa pengguna dan orang di sekitarnya bila aspek keselamatannya tak diatur.

Demikian disampaikan Pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada detikcom, Minggu (1/12/2019).

Djoko mengatakan, ada beberapa aspek perlu diatur. Dia menyebut, salah satunya mengenai kecepatan skuter listrik karena skuter yang melaju terlalu kencang bisa membahayakan.

"Maksimal 10-15 km/jam karena itu anggap aja kendaraan bermotor lebih ringkas, seperti sepeda," katanya.


Ia melanjutkan, yang perlu diatur ialah mengenai jalur skuter listrik. Menurutnya, perlu semacam jalur pembeda agar skuter listrik tak berbenturan dengan penggunaan jalan lain seperti pejalan kaki dan kendaraan lainnya.

"Boleh umpamanya di trotoar, tapi trotoar yang lebarnya berapa? Lalau 1 meter jangan lah. Tiga meter umpamanya saya kira bisa berbagi," ujarnya.

"Ya di aspal pun boleh dikasih jalur khusus, jangan marka aja," tambahnya.


Dia melanjutkan, skuter listrik mesti segera diatur. Terlebih, saat ini masih minim pemain bisnisnya sehingga tak banyak tarik ulur kepentingan.

"Dari Kemenhub harusnya, karena bukan hanya (ada) Jakarta, di daeah juga sudah ke Bali, Semarang, Bandung," tutupnya.

Simak Video "Awas! Polisi Akan Tilang Pengguna Skuter Listrik di Jalan Raya-Trotoar"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com