Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 14:50 WIB

Jokowi Utak-atik PNS: Pangkas Eselon hingga Kerja dari Rumah

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Foto: Ilustrator: Fuad Hasim Foto: Ilustrator: Fuad Hasim
FOKUS BERITA PNS Digantikan Robot
Jakarta - Baru sebulan lebih pemerintahan jilid kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergulir. Selama rentan waktu tersebut, Presiden Jokowi beserta para anggota kabinetnya melakukan perombakan terkait struktur pegawai negeri sipil (PNS)

Berdasarkan catatan detikcom, setidaknya terdapat dua kebijakan besar yang dapat mempengaruhi nasib dan kinerjanya seorang PNS

1. Pemangkasan Eselon III dan IV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pelantikannya bicara soal perampingan pejabat eselon pada kementerian/lembaga (K/L). Ia menginginkan jabatan eselon hanya ada dua tingkatan saja.

Perampingan birokrasi dimaksudkan untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah (agile) dan profesional dalam upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi guna mendukung kinerja pemerintah kepada publik.


Sebagai informasi, eselon III dalam fungsi pemerintah pusat biasanya menjabat Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Subdirektorat. Lalu, eselon IV seperti, Kepala Subbagian, Kepala Subbidang, Kepala Seksi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tahun depan tidak akan ada lagi jabatan eselon III dan IV di K/L.

"Yang empat mau dipangkas dua dan digantikan jabatan fungsional, intinya untuk menghargai keahlian," ucap Tjahjo di kantornya, Rabu (30/10/2019).

Setelahnya pada 13 November 2019, Tjahjo Kumolo menandatangani serta mengeluarkan surat edaran terkait penyederhanaan birokrasi. Surat edaran itu yakni Surat Edaran (SE) Menteri PANRB nomor 384, 390, dan 391 Tahun 2019 yang ditujukan kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, dan para Walikota dan Bupati tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi.


Dalam surat edaran tersebut terdapat sembilan langkah strategis dimulai dengan mengidentifikasi unit kerja eselon III, IV, dan V yang dapat disederhanakan dan dialihkan jabatan strukturalnya sesuai peta jabatan di masing-masing instansi.

Kemudian, dilakukan pemetaan jabatan pada unit kerja yang terdampak peralihan sekaligus mengidentifikasi kesetaraan jabatan-jabatan struktural tersebut dengan jabatan fungsional yang akan diduduki.

Hasil identifikasi dan pemetaan jabatan harus disampaikan kepada Menteri PAN-RB dalam bentuk softcopy selambatnya pada minggu keempat bulan Desember 2019. Proses transformasi jabatan struktural ke fungsional dilakukan berdasarkan hasil pemetaan dan dilaksanakan paling lambat minggu keempat Juni 2020.

Nantinya, Presiden Jokowi akan ganti eselon III dan IV dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hal ini disampaikan Jokowi di acara CEO Forum di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

"Kita lakukan pengurangan eselon, kita punya eselon I, II, III, IV, kita akan lakukan yang III dan IV akan kita potong," jelas Jokowi.

Selain pemangkasan eselon, pemerintah juga punya rencana agar PNS bisa kerja dari rumah. Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2
FOKUS BERITA PNS Digantikan Robot
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com