Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Des 2019 23:02 WIB

Bicara Ekonomi Global Lesu, Wamenkeu Singgung soal Utang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara/Foto: Agung Pambudhy Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah memperkirakan defisit anggaran tahun ini sebesar 2,2% dari produk domestik bruto (PDB), melebar dari proyek sebelumnya sebesar 1,8%. Melebarnya defisit maka utang pemerintah akan bertambah.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara tak memungkiri defisit anggaran akan melebar tahun ini, dan utang pemerintah juga akan bertambah.

"Kalau misalkan defisitnya lebar artinya utang nambah Pak? Iya, kita akan ambil itu, karena itulah utang itu selalu kita anggap sebagai alat, bukan tujuan. Tujuan kita bukan utang, tujuan kita menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam acara Mandiri Market Outlook 2020 di Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).


Suahasil menjelaskan kondisi global tahun ini penuh tantangan lantaran pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global mengalami pelemahan. Dia bilang, lemahnya perekonomian global berpengaruh pada Indonesia, termasuk dari sisi penerimaan.

"Saya katakan pajak akan mengalami shortfall kekurangan penerimaan tapi tugas kami menjaga anggaran," kata Suahasil

Dia mengatakan, pemerintah tak melakukan pemotongan anggaran. Namun, pemerintah melakukan berbagai macam cara seperti efisiensi dan pengendalian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Lewat efisiensi, lewat pengendalian dan upaya-upaya yang lain tapi kami tidak melakukan pemotongan anggaran, kenapa tidak melakukan pemotongan anggaran? Karena perekonomian lagi turun," tutur mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan itu.



Simak Video "Sri Mulyani Usul Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com