Ari Askhara Disayang Rini, Dicopot Erick

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Des 2019 17:46 WIB
Foto: Dirut Garuda Ari Askhara (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta - Karier I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan berakhir. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan memberhentikannya dari jabatannya saat ini.

Ari dicopot lantaran hebohnya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pengiriman pesawat baru dari Toulouse, Prancis ke Bandara Soekarno Hatta.

Namun kasus yang terjadi di Garuda Indonesia selama Ari menjabat bukan hanya itu saja. Sebelumnya maskapai ini juga sempat bermasalah terkait kasus laporan keuangan yang dipoles, harusnya rugi malah jadi untung.


Meski begitu, sosok Ari masih kuat di Garuda Indonesia. Dia tidak dicolek sedikit pun atau bahkan dipecat oleh Menteri BUMN saat itu Rini Soemarno.

Pengamat BUMN yang juga Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai, Ari seakan seperti anak emasnya Rini. Bukan hanya tidak tersentuh setelah adanya masalah, dia juga sering berpindah BUMN sebagai direksi.

"Saya sejak 2018 sudah mempertanyakan Ari Askhara ini sebagai orang apa, sehingga dalam 3 tahun 3 kali pindah jadi direksi. Jadi orang ini betul-betul kaya anak emasnya Rini. Tapi saya nggak tahu anak emasnya Rini karena titipan siapa," ujarnya kepada detikcom, Kamis (5/12/2019).

Said menilai kasus pemolesan laporan keuangan 2018 yang dilakukan Garuda Indonesia merupakan kasus yang jauh lebih besar dari penyelundupan barang ini. Dia menilai seharusnya direksi Garuda Indonesia saat itu sudah dicopot.

"Orang yang seperti ini adalah orang titipan, terbukti pelanggaran paling tinggi window dressing, paling tinggi di perusahaan Tbk. Paling tinggi tapi tidak diberhentikan juga oleh Rini. Sekarang ya baru diberhentikan," tuturnya.


Memang, lanjut Said, permasalahan penyelundupan barang dalam pembelian pesawat merupakan permasalahan etika berat yang juga pantas untuk diberhentikan. Said mengaku sudah memberikan masukan itu kepada Erick.

"Saya salut dengan Erick Thohir, baru tadi malam bahwa ini masalah etika dan itu langsung dilakukan, itu oke," tegasnya.

Untuk pemilihan dirut Garuda Indonesia selanjutnya, Said berharap dipilih berdasarkan persaingan yang sehat. Perlu dilakukan juga fit and proper test.

"Pemilihan direksi BUMN ada 3 hal, kompetensi, integritas dan kepemimpinan itu sangat dibutuhkan. Orang-orang seperti itu banyak, asal dibikin bersaing sehat. Kemarin kan pemilihannya betul-betul like and dislike," tutupnya.

Simak Video "Logo RANS Terpampang di Pesawat Garuda, Kerjasamakah?"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)