Kumpulkan Pengusaha, Dirjen Pajak Beberkan Seretnya Penerimaan

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 10 Des 2019 17:25 WIB
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sore ini menggelar acara Dialog Pajak. Mulai dari pengusaha hingga wajib pajak (WP) pribadi turut diundang dalam acara ini.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo saat membuka pidato menjelaskan kinerja penarikan pajak negara hingga saat ini yang cukup mengecewakan. Penerimaan pajak hingga Oktober 2019 baru terkumpul Rp 1.018,47 triliun atau 64,56% dari target APBN tahun ini sebesar Rp1.577 triliun.

Angka itu setara dengan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 0,23% (yoy). Pertumbuhan itu sangat turun jauh jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 16%.

"Masih 0,23% cukup berat. Apakah jumlah ini sesuai dengan target kita? Jawabannya belum. Tapi juga terjadi penurunan harga komoditas," ujarnya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (10/12/2019).


Suryo mengakui bahwa tahun ini merupakan tahun yang berat bagi penerimaan pajak. Dia tidak menyalahkan dunia usaha maupun WP lainnya. Sebab kondisi dunia usaha yang memang tengah bergejolak.

"Saya juga terima kasih bapak ibu sekalian masih dorong tumbuh positif meskipun hanya 0,23%. Ekspektasinya tumbuh belasan persen," ujarnya.

Dirinya berharap para pelaku dunia usaha dan WP lainnya bisa meningkatkan kesadaran pajaknya. Oleh karena itu hari ini Ditjen Pajak menggelar dialog demi memaksimalkan sisa-sisa waktu di akhir tahun ini.

"Kami ingin berdialog, apalagi tahun ini hanya tinggal beberapa puluh hari lagi. Kalau yang bisa dibetulkan ya dibetulkan dari pada diperiksa," tegasnya.

Sebab tahun depan target penerimaan pajak tetap bertumbuh meskipun hanya tumbuh 4,12% dari target 2019 atau sebesar Rp 1.642,57 triliun.

"2020 seperti apa. Bahasa sederhana saya bahwa kita tetap melakukan kewajiban untuk mengumpulkan penerimaan pajak negara. Tapi tidak memberikan tekanan yang luar biasa kepada dunia usaha," tutupnya.



Simak Video "Bantu Tingkatkan Kesadaran Pajak UMKM, Kemenkeu Apresiasi Google"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)