Duh! RI Ternyata Masih Impor Aspal

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 10 Des 2019 19:12 WIB
Foto: Dok.Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur selama lima tahun ke depan tetap menjadi prioritas. Untuk menunjang kegiatan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan mengenai material yang kebutuhannya belum dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan material aspal yang digunakan untuk membangun infrastruktur masih diimpor sekitar 40% dari total kebutuhan.

"Terkait dengan aspal, kita masih ada impor kira-kira 40%," kata Airlangga di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Pemerintah mencatat masih terjadi gap antara suplai dan kebutuhan material. Misalnya kebutuhan aspal sebesar 650.000 ton baru terpenuhi 70%, kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60%.

"Kita ada program campur aspal dengan karet, sehingga harapannya demand dengan karet akan meningkat," ujarnya.


Sementara Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengatakan pemerintah akan membuka lebar pintu investasi aspal dan baja di tanah air. Sehingga, kebutuhan material pembangunan infrastruktur dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri.

"Kan banyak yang bisa disiapkan di dalam negeri seperti beton, semen, keramik, kaca, berbagai macam jenis industri yang bisa mendukung pembangunan infrastruktur. Karet juga sudah siap," kata Agus.

Khusus untuk baja, Agus mengaku sudah ada penjajakan kerja sama antara Posco dengan Krakatau Steel.

"Kalau baja, Posco (Korea) sebentar lagi akan bekerja sama dengan Krakatau Steel untuk memulai sepuluh cluster barunya. Ini investasinya jenis turunan yang baru. Itu juga investasi yang cukup signifikan, tapi ini pengembangan," ungkap Agus.



Simak Video "Airlangga: Target Pilkada 2020 Golkar Meraih Kemenangan 60 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)