Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 13 Des 2019 11:33 WIB

Mau Tambah Investasi di RI, Pengusaha Jepang Soroti Anak Muda

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dok. Reuters Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Pemerintah terus berupaya memangkas perizinan yang menghambat investasi. Tujuannya, tak lain untuk menggenjot investasi baru yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan perekonomian nasional.

Selain mendorong penyederhanaan perizinan, perintah dan lembaga negara lainnya juga gencar melakukan pendekatan ke sejumlah negara agar mau membenamkan dananya di Indonesia.

Wakil Ketua Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren) bidang Kebijakan dan Aksi Fumiya Kokubu, mengatakan meski di tengah situasi ekonomi global yang sulit, pengusaha Jepang tetap berkomitmen menanamkan investasinya di Indonesia, dan hubungan ekonomi Jepang-Indonesia harus semakin erat dan kuat, karena Indonesia adalah mitra ekonomi yang sangat strategis di wilayah Asia Tenggara.


Sementara itu Wakil Ketua Keidanren yang juga Ketua Komite Ekonomi Jepang-Indonesia Ken Kobayashi mengatakan, kemajuan ekonomi yang telah dicapai oleh Indonesia harus dibarengi pola pikir yang berubah, khususnya bagi anak-anak muda yang ingin bekerja.

"Dunia telah berubah. Indonesia yang melimpah dengan sumber daya alam, harus lebih maju daripada Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam seperti Indonesia. Mari kita garap bersama dan maju bersama," kata Kobayashi saat menerima delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Bidang Koordinasi Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel.

Berkenaan dengan itu, Rachmat mengatakan, Indonesia tengah melakukan restorasi ekonomi dalam upaya mendorong transformasi dari negara berpenghasilan menengah (middle income) menuju negara berpenghasilan tinggi (high income) melalui visi Indonesia Emas 2045.

Transformasi ini membuka berbagai peluang usaha dan investasi dalam jumlah besar, yang merupakan prospek kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Dalam skenario yang dirancang oleh Bappenas, ada tiga tahapan untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045 ini. Tahap Pertama adalah penguatan struktur ekonomi yang direncanakan berlangsung sampai 2025.


Kemudian Tahap Kedua yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi berlangsung 2026-2035, dan Tahap Ketiga yaitu modernisasi ekonomi berbasis kualitas dan berkelanjutan yang berlangsung 2036-2045.

Semua itu membutuhkan dana investasi besar. Sebagai gambaran, dalam skenario Bappenas pada tahap I atau penguatan struktur ekonomi sampai 2025 dibutuhkan investasi sedikitnya 34,1% PDB, kemudian pada tahap dua 2026-2035 dibutuhkan investasi 36,4% PDB dan Tahap tiga yaitu pada 2036-2045 dibutuhkan investasi sebesar 38,1% PDB.

"Kami berharap, sebagai salah satu mitra utama kerjasama ekonomi selama ini, dunia saha Jepang yang tergabung dalam Keidanren ikut berkontribusi dalam memanfaatkan peluang kerjasama bisnis yang akan semakin terbuka di Indonesia," kata Rachmat.

Simak Video "Jokowi Ajak Jepang Investasi di Natuna"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com