3 Alasan BUMN Doyan Bikin Banyak Anak Usaha

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 13 Des 2019 17:13 WIB
Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana bersih-bersih sejumlah anak perusahaannya. Hal itu dilakukan karena semakin banyak nak perusahaan BUMN yang menjalankan usaha di luar bisnis inti perusahaan. Lalu apa alasan perusahaan pelat merah ini doyan bikin anak usaha?

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu menyebut setidaknya ada tiga alasan. Pertama, ada pihak ketiga yang memiliki kekuasaan dan ingin berbisnis dengan BUMN.

"Sehingga dibikin lah anak perusahaan dengan pemilik saham pihak lain dan BUMN," kata Said saat dihubungi detikcom, Jumat (13/12/2019).


Kedua, banyak anak perusahaan dari hasil 'ikut-ikutan' bisnis lain. Hanya dengan melihat untung dan peluang, dibikin lah anak perusahaan tersebut.

"Dia lihat ada bisnis bagus, ada untungnya, maka dia bikin. Contoh membikin semua pabrik pengolahan air mineral, kan banyak sekali tuh," pungkasnya.


Alasan terakhir banyak anak perusahaan adalah karena BUMN dijadikan tempat untuk transfer pricing atau ongkos transfer. Dibentuknya anak perusahaan dengan alasan ketiga ini biasanya diisi oleh orang-orang yang sudah pensiun.

"(BUMN) sering dijadikan tempat untuk transfer pricing. Biasanya pensiunan untuk mensuplai ke BUMN. Jadi istilahnya kayak hanya koperasi karyawan saja karena itu memang tempat-tempat orang pensiunan," sebutnya.

Simak Video "BUMN Berniat Gabungkan Holding Rumah Sakit Plat Merah"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)