Pengusaha 'Menjerit' Bersaing dengan BUMN hingga Cicitnya

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 15 Des 2019 15:10 WIB
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Pengusaha swasta kewalahan bila harus bersaing dengan badan usaha milik negara (BUMN) ditambah anak hingga cicit yang didirikan perusahaan pelat merah. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif buat keberlangsungan bisnis mereka.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyebut keroyokan BUMN hingga cicit perusahaannya secara tidak langsung mengambil kesempatan pengusaha swasta hingga UMKM.

"Ini benar-benar banyak mengambil porsi pengusaha bahkan UMKM," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (15/12/2019).

"Kalau kita lihat kan kalau swasta disuruh berkompetisi dengan BUMN, apalagi UMKM ya pasti kalah lah," sebut Rosan.

Kondisi itu bakal mempengaruhi secara negatif pendapatan pengusaha maupun UMKM. Partisipasi mereka dalam perekonomian pun berkurang.

"Dampaknya yang sudah pasti kan banyak mengambil porsi dari pengusaha atau UMKM sehingga dampaknya ke pendapatan UMKM. Akibatnya dampak kepada ekonominya, dampak partisipasi pihak swasta ini menjadi lebih turun," jelasnya.

Dia menilai jika anak hingga cicit BUMN semakin banyak akan membuat iklim usaha menjadi tidak sehat. Dia pun menyarankan proyek yang bisa dikerjakan oleh swasta biar dikerjakan mereka.

"Iya jumlahnya makin banyak dan ini tidak sehat gitu. Kalau misalnya memang secara ekonominya masuk ya sudah suruh swasta saja," tambahnya.

Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)