Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Des 2019 07:00 WIB

Anak dan Cucu BUMN Terlalu Rakus, Pengusaha 'Menjerit'

Trio Hamdani - detikFinance
Anak dan Cucu BUMN Terlalu Rakus, Pengusaha 'Menjerit'. Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Pengusaha rupanya sudah lama mengeluhkan banyaknya anak, cucu hingga cicit Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, kepanjangan tangan dari perusahaan pelat merah itu 'mengambil jatah' swasta.

Pengusaha swasta kewalahan bila harus bersaing dengan perusahaan milik negara ditambah anak hingga cicit yang didirikan perusahaan pelat merah. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif buat keberlangsungan bisnis mereka.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani bahkan heran anak cicit BUMN punya bisnis seragam hingga jualan roti.

"Mereka (BUMN) banyak membikin bukan cucu, (tapi) sampai cicit yang bisa dikerjakan oleh pengusaha, UMKM, seperti contohnya perusahaan BUMN yang bikin seragam, cicitnya. Kemudian ada yang bikin pabrik roti," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (15/12/2019).

Tak sampai di situ, jasa wrapping atau membungkus koper di bandara pun dikerjakan oleh anak atau cicit BUMN. Dirinya pun mengetahui hal tersebut karena pelaku UMKM mengadukan kondisi tersebut ke Kadin.

"Itu kan bisa dikerjakan oleh UMKM di daerah. Saya tahu soalnya UMKM daerah ngomong ke saya juga," sebutnya.

Dia mengaku sudah menyuarakan masalah di atas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 3 tahun lalu.

"Saya masih ingat Kadin yang menyuarakan ini kepada Bapak Presiden di 2016 akhir. Sudah tiga tahun lalu yang nyatakan bahwa ini BUMN yang jumlahnya memang 150, tapi anak perusahaannya menjadi 900, dan ini benar-benar banyak mengambil porsi pengusaha bahkan UMKM," tambahnya.

Benarkah swasta jadi sulit bersaing?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sebentar lagi, Blak-blakan Kadin Soal Ancaman PHK Saat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com