Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Des 2019 16:50 WIB

Transformasi Logo Baru, TASPEN Siap Jangkau Produk Big Data

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Jakarta - PT Taspen (Persero) meluncurkan logo baru yang bernama Tunas Taspen. Direktur Utama Iqbal Latanro mengatakan hal itu bertujuan untuk mentransformasikan program lebih luas sehingga dapat melayani dengan optimal. Salah satu terobosan yang dilakukan dari peluncuran baru ini yakni adanya pengembangan produk baru yaitu Taspen Intip.

"Ke depan pengelolaan Taspen akan lebih besar dan ini dapat terlihat besarnya harapan pemerintah pada Taspen, untuk menjadi solusi dari masalah asuransi yang ada di Indonesia," ujarnya saat peluncuran logo baru, di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Iqbal menuturkan pengembangan produk baru tersebut merupakan pertukaran data berbayar untuk beragam keperluan terutama di sektor perbankan. Sehingga mitra Taspen memungkinkan menyasar nasabah potensial untuk meningkatkan jumlah kredit.


"Kami kan punya big data yang banyak, big data ini ternyata memberikan base income pada Taspen sehingga dia menjadi bagian dari income tadi, kalau sekarang orang kasih kredit kepada pensiunan, Bank bisa intip itu dulu, ada kreditnya enggak di sana, dia lancar enggak, itu boleh intip dulu tapi bayar," jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini total peserta Taspen melebihi 8 juta orang yang meliputi ASN ataupun lainnya. Peserta tersebut merupakan mitra potensial yang mendapatkan produk pengembangan Taspen Intip tersebut. Hal ini juga diyakini bisa memberikan pendapatan yang signifikan bagi Taspen.


"Peserta Taspen sendiri, ASN itu 7,2 juta, Taspen lain itu ada sejuta, total 8 jutaan, itu yang potensial mendapatkan Taspen itu," ucapnya.

Sebagai informasi, transformasi Taspen kini tidak hanya sekadar untuk membayar pensiun dengan baik. Namun sudah menjadi lembaga Aset Management yang besar serta akan mengurusi investasi untuk mengoptimalkan fungsi secara keseluruhan.

"Dalam waktu dekat juga kami akan membuat investment management atau aset management yang kami buat untuk membantu, mengoptimalkan fungsi kami dalam mengelola investasi yang lebih sehat, sehingga tentunya perubahan ini membutuhkan spirit dan semangat baru untuk itulah kami melanjutkan transformasi dengan logo baru," pungkasnya.

Simak Video "Gedung Pemerintah Malaysia Kebakaran"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com