Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 28 Des 2019 22:15 WIB

Buruh di RI 'Dihantui' PHK Massal hingga Serbuan Tenaga Asing

Soraya Novika - detikFinance
Demo buruh/Foto: Amir Baihaqi Demo buruh/Foto: Amir Baihaqi
Jakarta - Kondisi ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2019 ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satu catatan yang cukup memprihatinkan adalah terkait kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"PHK massal terjadi hampir di seluruh sektor yang ada dan saya yakin semua organisasi serikat pekerja juga mengalami hal yang sama," ujar Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta Pusat, Sabtu (28/12/2019)..

Di sektor retail, ada Giant Supermarket yang belakangan kedapatan menutup banyak gerainya di beberapa wilayah.

"Dari 15 ribuan pekerja itu sekarang tinggal 5 ribu orang karena banyak gerai Giant yang tutup," imbuhnya.

Kemudian, di sektor perbankan juga mengalami kasus PHK Massal di mana sekitar 20 ribuan orang mau tidak mau terkena dampaknya.


Lalu di sektor media, logistik, dan juga di banyak sektor lainnya seperti telekomunikasi, tercatat melakukan PHK massal kepada hampir 5 ribu orang karena berbagai banyak alasan.

Serta, PHK massal akibat implementasi otomatisasi gardu tol. Berdasarkan catatan Aspek Indonesia hingga 2019, penerapan otomatisasi gardu tol ini menyebabkan pemutusan kerja terhadap belasan ribu pekerja.

"Belasan ribu orang di jalan tol sudah tidak lagi mendapatkan pekerjaan, jadi mereka diberikan pesangon sangat minim, 1 kali PMTK (Peraturan Menteri Tenaga Kerja/pesangon) saja, dan sekarang mereka tidak lagi mendapatkan pekerjaan yang laik, karena kebanyakan pada menjadi pekerja online, driver online dan juga ngewarung kecil-kecilan," imbuhnya.

Masalah lainnya tentang union busting dan tenaga kerja asing. Klik halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com