Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Jan 2020 21:30 WIB

Cerita Korban Banjir di Bekasi Dapat Makanan Hampir Basi

Hendra Kusuma - detikFinance
Cerita Korban Banjir di Bekasi Dapat Makanan Hampir Basi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bekasi - Hujan deras yang melanda Jabodetabek di saat pergantian tahun kemarin memberikan banyak dampak bagi warga. Pasalnya, hujan deras tersebut membuat banyak daerah banjir dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Seperti Danang, seorang warga Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan mengaku tempat tinggalnya banjir hingga se-dada orang dewasa. Dia mengaku saat banjir sangat sulit mencari makan dan sulit untuk melakukan mandi, cuci, kakus (MCK).

Danang menceritakan banjir yang terjadi di wilayah mulai sekitar pukul 05.00 WIB tanggal 1 Januari 2020. Pada saat pagi hari, air sudah masuk ruang tengah kontrakannya. Dia dan istrinya pun sontak memindahkan barang-barang berharganya ke kamar bagian atas

"Pada saat itu, kondisi listrik sudah padam, sempat nyala lagi sekitar jam 7 pagu,tapi sebentar aja, karena banjirnya semakin tinggi," kata Danang saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (2/1/2020).


Permukaan air yang semakin tinggi, dikatakan Danang lantaran hujan deras terjadi hingga pukul 12.00 WIB. Pada saat itu pula air semakin tinggi, ketika pada Rabu malam tanggal 1 Januari 2020 kembali hujan deras.

"Besar banget ujannya. Terus banjir naik lagi jadi se-dada orang dewasa. Pas pagi menjelang siang hari ini mulai turun ketinggian air. Sekarang masih sekitar sebetis," ujarnya.

Dia mengungkapkan selama dua malam di tengah banjir sangat mengeluhkan sulitnya mencari makan, minum, MCK, hingga listrik yang padam. Bahkan, dia rela menerobos banjir untuk mendapatkan makan. Itu pun makanan yang hampir basi dan diolah kembali menjadi nasi goreng keesokan paginya.

"Saya susah nyari makan, nasi kemarin saya beli sudah hampir basi, saya bikin nasi goreng tadi pagi. Terus pup susah, harus nerabas banjir," jelasnya.


"Harusnya ada tempat ngungsi dan toilet darurat, ada tim penyelamat dari masyarakat sekitar untuk bantuin yang mau ngungsi pakai perahu karet," sambungnya.

Untuk mengatasi masalahnya selama banjir, dirinya pun memilih untuk mengungsi ke sebuah hotel kelas melati bersama sang istri. Di sana dia mengaku mendapatkan fasilitas air bersih, listrik, dan makan dengan mudah. Hanya saja, harga hotel yang ditempatinya naik cukup tinggi.

"Soalnya banyak banget daerah Bekasi yang banjir parah. Biasa dua sampai tiga ratusan, kemarin bisa sampai Rp 650 ribu," ungkap dia.

Simak Video "Banjir Lagi, Tina Toon: Saya Nggak Paham Kelalaian 3 Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com