Jokowi: Kalau Transaksi Berjalan Sudah Positif, Itu Baru Merdeka!

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2020 12:41 WIB
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia baru merdeka jika berhasil menyelesaikan tekor alias defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Jokowi telah menginstruksikan seluruh duta besar (dubes) RI menjadi duta investasi dan ekspor. Diplomasi ekonomi perlu lebih ditingkatkan tanpa harus mengurangi porsi diplomasi lainnya sesuai amanah konstitusi.

"Goal nya ke mana? Goal nya ke current account deficit kita menjadi plus tidak negatif, neraca perdagangan kita menjadi plus tidak negatif. Goal nya ke sana," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/1/2020).


Jokowi bilang upaya yang akan dilakukan adalah dengan mencari sebanyak mungkin produk substitusi impor. Misalnya mengundang investor luar negeri yang mampu mengubah batubara menjadi produk gasifikasi (DME), kelapa kopra menjadi avtur, hingga produk petrokimia lainnya yang selama ini masih menjadi beban neraca perdagangan.

"Kalau kita neraca transaksi berjalan kita sudah positif, baik, saat itulah kita betul-betul baru merdeka, dengan siapapun kita berani karena tidak ada ketergantungan apapun mengenai sisi keuangan, sisi ekonomi," jelas dia.

Mantan Wali Kota Solo ini mengungkapkan bahwa target menyelesaikan CAD hingga tekor neraca perdagangan selama tiga sampai empat tahun ke depan. Dia pun meminta bantuan para dubes RI yang menjadi duta investasi dan ekspor.

"Arahnya ke sana, sehingga bantuan dari para duta besar mengenai ini, urusan investasi, sebagai duta investasi sangat penting sekali," ungkap dia.



Simak Video "Apresiasi Jokowi untuk Tim SAR Gabungan Sriwijaya Air SJ18"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)