Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 13:45 WIB

Jokowi: Jangan Senang Kita Impor Minyak dan Gas Terus!

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh duta besar (dubes) Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan. Caranya dengan mencari investor dalam rangka mengurangi impor khususnya minyak dan gas (migas).

Jokowi pun mendelegasikan seluruh dubes RI menjadi duta investasi dan duta ekspor.

"Saya kira Bapak/Ibu tahu semuanya mengenai ini, tetapi saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80% apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020).



Jokowi mengaku tidak senang jika Indonesia terus menerus mengimpor migas. Apalagi tanah air diberkahi sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

"Ya bagaimana agar yang namanya impor energi kita bisa turun. Jangan senang kita impor gas terus atau impor minyak terus," tegas Jokowi.

Jokowi pun meminta para dubes RI untuk mencari investor yang memiliki teknologi mengubah batubara menjadi gasifikasi (DME) atau LPG, lalu mengubah kelapa kopra menjadi avtur, serta petrokimia hingga turunannya yang selama ini impornya sangat besar.

"Sebagai duta investasi, tetapi juga harus tahu investasi di bidang apa yang kita perlukan atau menjadi prioritas. Yang pertama di bidang-bidang yang berkaitan dengan barang-barang atau produk produk substitusi impor," ungkap dia.



Simak Video "Jokowi: Impor Baja Sumber Utama Defisit Neraca Perdagangan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com