Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 09:50 WIB

Neraca Dagang Tekor Lagi: Impor Direm, Tapi Ekspor Melempem

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi defisit pada neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019. Defisit ini terjadi karena adanya pengaruh pergerakan harga dan masih tingginya impor dibanding ekspor.

Neraca dagang Indonesia sepanjang 2019 tercatat defisit US$ 3,2 miliar. Angka ini berasal dari ekspor setahun penuh yang sebesar US$ 167,5 miliar dan impornya sebesar US$ 170,72 miliar.

Demikian dilaporkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Defisit ini memang terbilang lebih kecil dibanding tekor neraca dagang 2018, namun terhitung masih cukup tinggi.

"Defisit 2019 lebih kecil dibanding defisit 2018," kata Suhariyanto.



Defisit neraca dagang berhasil ditekan lewat penurunan impor yang cukup dalam. Meski demikian, dibandingkan secara tahunan ekspor Indonesia sepanjang 2019 masih lebih kecil dibandingkan 2018. Padahal impor berhasil ditekan dari US$ 188,7 miliar menjadi US$ 170,7 miliar.

Amerika Serikat, India, dan Belanja menjadi tiga negara yang paling defisit sepanjang 2019 neraca dagangnya terhadap Indonesia. Artinya Indonesia lebih banyak ekspor dibandingkan impor terhadap negara-negara tersebut.

Sementara negara-negara yang neraca dagangnya paling surplus terhadap Indonesia di 2019 adalah Australia, Thailand, dan China. Indonesia lebih banyak impornya dibanding ekspor terhadap ketiga negara tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com