Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 10:21 WIB

Benarkah Pesangon Bakal Dihapus di UU 'Sapu Jagat'?

Soraya Novika - detikFinance
Buruh Demo Tolak Omnibus Law/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Belakangan pemerintah disibukkan dengan agenda penyelesaian draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law. Presiden Jokowi menargetkan pembahasan UU ini bisa sampai ke DPR RI selambatnya pekan ini.

Salah satu RUU yang hendak diterbitkan adalah RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Beberapa usulan atas UU tersebut ternyata cukup berpolemik, di antaranya soal upah kerja per jam dan kebijakan uang saku selama enam bulan bagi pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kebijakan itu dianggap para buruh cukup merugikan, lantaran dapat mengurangi jatah pesangon dari sebelumnya yang dalam UU Ketenagakerjaan, di mana korban PHK bisa mendapatkan pesangon setara 9 - 18 bulan gaji.

Hal itu kemudian ditangkap para buruh sebagai upaya pemerintah untuk menghapus pesangon. Lantas, benarkah wacana tersebut bakal diwujudkan?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan UU Omnibus Law cipta lapangan kerja tidak menghapus kewajiban perusahaan dalam memberikan pesangon kepada pegawainya. Sebaliknya, Airlangga bilang dalam UU omnibus law itu pemerintah berencana menambahkan manfaat dari BP Jamsostek untuk seluruh pekerja di tanah air.

"Ini adalah jaminan baru dari BPJS Ketenagakerjaan dan ini bukan menggantikan PHK pesangon, jadi ini on top daripada PHK pesangon," kata Airlangga di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Airlangga mengatakan bentuk manfaatnya adalah berupa uang cash selama enam bulan ke depan.

Selain itu, tambahan benefit ini juga tidak menambah iuran premi BP Jamsostek. Nantinya, benefit cash menjadi tambahan manfaat dari yang selama ini diberikan seperti jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan pensiun.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com