Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Jan 2020 15:24 WIB

Sensus Penduduk 2020 Akan Digelar, Ini Perintah Jokowi ke Menteri

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Jokowi di Istana (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Jakarta -

Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 akan dilakukan. Presiden Joko Widodo hari ini melakukan pencanangan terkait pelaksanaan sensus tersebut di Istana Merdeka.

Acara Pencanangan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 ini dihadiri oleh Kepala BPS Suhariyanto, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kunci utama sensus penduduk ini adalah partisipasi seluruh elemen bangsa. Saya mengajak untuk berpartisipasi pada sensus penduduk," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sensus penduduk yang dilakukan 10 tahun sekali ini, kali ini dilakukan dengan 2 cara. Pertama metode online. Masyarakat diharapkan berpartisipasi langsung mengisi data pertanyaan melalui www.sensus.bps.id yang dibuka mulai dari 15 Februari hingga 31 Maret 2020.


Kemudian metode kedua dengan survei langsung yang dilakukan oleh petugas sensus dengan mendatangi masyarakat yang belum memberikan partisipasinya melalui metode online.

"Saya perintahkan kepada semua kementerian dan lembaga termasuk pemda, untuk memberikan dukungan penuh dalam sukseskan sensus penduduk 2020," tambahnya.

Jokowi berharap seluruh pihak bisa ikut menyukseskan Sensus Penduduk 2020. Sebab menurutnya saat ini data merupakan hal yang paling penting dan berharga untuk melakukan perencanaan dan membuat kebijakan.

"Data sekarang ini jenis kekayaan baru, saat ini data new oil bahkan lebih berharga dari minyak. Data yang valid merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan negara. Karena data yang akurat sangat penting untuk menyusun perencanaan yang benar. Untuk keputusan yang tepat. Jangan sampai memutuskan, membuat perencanaan eksekusi program nggak pegang data," tegasnya.

Sensus Penduduk 2020 Akan Digelar, Ini Perintah Jokowi ke Menteri



Simak Video "Jokowi Sebut Kemudahan Berusaha Masih Ruwet, Kalah dari China"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com