Masih Banyak Orang Indonesia yang Kena Investasi Bodong, Apa Sebabnya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2020 15:12 WIB
Barang bukti uang miliaran kasus investasi bodong jamu di Polres Klaten, Kamis (18/7/2019).
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta -

Banyak masyarakat Indonesia yang masih terjebak dengan penipuan berkedok investasi atau investasi bodong. Hal ini terjadi karena pemahaman masyarakat terkait investasi dinilai masih kurang memadai.

Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menjelaskan orang Indonesia saat ini memang pemahaman terkait investasinya masih rendah.

"Kalau investasi itu kan harus mendapatkan edukasi dan pemahaman yang benar, karena investasikan seperti menanam keberuntungan," kata Budi dalam Bahana Media Forum 2020 "The Black Swan Moment" di Financial Club, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Dia mengungkapkan, dalam mengarahkan investasi seharusnya masyarakat tidak hanya mengikuti tren yang sedang terjadi.

"Misalnya begini, jangan semuanya menanam cabai, karena saat panen terjadi oversupply dan harga cabai turun. Karena itu harus dilihat pula ke depannya," jelas dia.

Saat ini dia menilai kebanyakan orang Indonesia masih mudah diiming-imingi oleh keuntungan yang tinggi dalam waktu yang cepat.

"Masalahnya orang ini sekarang lebih mudah terpengaruh cuan tinggi, padahal dalam investasi seharusnya tidak seperti itu. Ingat investasi itu tidak hanya bisa masuk (setoran uang) tetapi juga mudah untuk keluar (setoran ditarik)," imbuh dia.

Masih Banyak Orang Indonesia yang Kena Investasi Bodong, Apa Sebabnya?


Simak Video "Siti Badriah Tegaskan Hanya Isi Acara di MeMiles"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)