Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 31 Jan 2020 16:46 WIB

Soal Rencana Setop Impor Pangan China, Ini Penjelasan Kementan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar. Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kemarin Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya akan menghentikan sementara impor produk pertanian dari China. Langkah tersebut dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia oleh Badan Karantina Kementan.

Atas pernyataan itu, Kepala Badan Karantina Kementan, Ali Jamil mengatakan pihaknya akan menahan hewan dan produk hewan yang masuk ke Indonesia, termasuk dari China.

"Pasti kita periksa. Anda bisa lihat ke Soekarno-Hatta. Apa saja yang ditahan di sana. Itu pasti ada yang ditahan kalau produk-produk hewan. Misalnya ada tentengan, itu pasti kita tahan yang berasal dari sana. Karena kita mau menjaga semua. Produk hewannya kita tahan," kata Ali kepada detikcom, Jumat (31/1/2020).

Ali menjelaskan, pihaknya tidak menyetop impor produk pertanian dari China. Hanya saja pengawasannya diperketat, terutama untuk hewan dan produk hewan. Akan tetapi, produk tanaman atau hortikultura seperti buah-buahan masih diizinkan masuk ke Indonesia selama memenuhi persyaratan impor.

"Boleh sepanjang persyaratan dia ada," ungkap Ali.

Pasalnya, Ali menegaskan, virus corona termasuk penyakit zoonosis yang penyebarannya bisa melalui hewan, bukan tumbuhan.

"Kalau tumbuhan nggak masalah, karena dia bukan media pembawanya corona. Dia kan menjangkitnya lewat hewan atau produk hewan," tegas Ali.

Sebelumnya, Syahrul mengatakan bahwa impor produk pertanian dari China ditunda sementara imbas merebaknya virus corona asal negeri Tirai Bambu tersebut. Hal itu sebagai langkah antisipasi oleh Indonesia.

"Di bidang pertanian dan karantina kita maju tiga step ke depan. Jadi kita tidak nunggu di pintu lagi. Jadi melakukan delay semaksimal mungkin impor yang masuk, delay tidak berarti menutup ya, delay namanya," kata dia ditemui di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Langkah kedua dalam rangka memperketat masuknya komoditas pertanian yang dipasok dari China, pihaknya melakukan isolasi terlebih dahulu sebelum dipersilahkan masuk.

"Yang kedua kalau ada datang barang jangan tunggu dia masuk, kita respons ke depan. Yang kedua dilakukan isolasi dulu. Yang ketiga baru sampai di pintu kita," sebutnya.



Simak Video "Satgas Pangan Gabungan Ungkap Impor 15 Ton Kuning Telur Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com