Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Feb 2020 16:46 WIB

Impor Primata hingga Ular dari China Terus Naik, Segini Nilainya

Ach - detikFinance
Bekantan merupakan primata yang banyak ditemukan di kawasan Kalimantan. Penebangan hutan ilegal hingga karhutla mengancam kelestarian primata tersebut. Ilustrasi Primata (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Jumlah hewan hidup yang diimpor dari China ke Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan terlihat dari jumlah bobot maupun nilai impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip detikcom, Kamis (6/2/2020), hewan hidup yang diimpor dari China yakni kuda, primata dan kelinci. Kemudian, ada juga reptil mencakup ular dan kura-kura, serta hewan lainnya.

Dari jumlah berat, total impor pada tahun 2015 ialah 6.433 kg. Kemudian, tahun 2016 seberat 9.950 kg, tahun 2017 seberat 12.507 kg, tahun 2018 seberat 13.472 kg, dan tahun 2019 seberat 19.396 kg.

Selanjutnya dari nilai, total pada 2015 ialah US$ 58.886, tahun 2016 US$ 91.714, tahun 2017 US$ 113.465, dan tahun 2018 US$ 348.211.

Nilai impor di tahun 2019 mengalami penurunan dibanding 2018, meski secara berat mengalami kenaikan. Total nilai impor di 2019 yakni US$ 314. 295 atau setara Rp 4,27 miliar (kurs Rp 13.600).

Patut diketahui, hewan-hewan hidup dari China ini akan dilarang masuk Indonesia. Hal ini sebagai antisipasi sebaran virus corona.

"Keputusan bahwa kita dilarang mengimpor mengenai hewan-hewan yang hidup. Semua yang hewan hidup ya semuanya itu. Semacam ada yang kura-kura, ular, dan reptil, itu nggak boleh. Itu berkaitan dengan virus," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).



Simak Video "Cegah Virus Corona, Mendag Perketat Pengawasan Impor dari China"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com