Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Feb 2020 19:59 WIB

Baru 4%, Penerimaan Perpajakan di Januari Rp 84 T

Hendra Kusuma - detikFinance
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto) Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan perpajakan sudah mencapai Rp 84,6 triliun per akhir Januari 2020. Angka tersebut baru 4,5% dari target Rp 1.865,7 triliun di APBN tahun anggaran 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi tersebut terdampak oleh ketidakpastian global yang belakangan terjadi. Salah satu yang paling terdampak adalah kinerja pajak penghasilan badan (PPh).

"Saya sampaikan pelemahan ekonomi 2019 mulai terlihat pada PPh korporasi. Mereka adjustment terhadap jumlah pembayaran pajak mereka. Ini normalisasi dari kinerja tahun 2019 akan tercermin dalam PPh korporasi yang akan kita lihat hingga April nanti," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Penerimaan perpajakan itu berasal dari pajak dan bea cukai. Untuk penerimaan pajak sendiri sudah mencapai Rp 80,2 triliun yang berasal dari PPh migas sebesar Rp 2,9 triliun dan pajak non migas sebesar Rp 77,3 triliun. Adapun target penerimaan pajak tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp 1.642,5 triliun.

Untuk penerimaan PPh non migas terdiri dari PPh non migas sebesar Rp 46,3 triliun, pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 30,5 triliun, pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp 200 miliar, dan pajak lainnya sebesar Rp 400 miliar.

Sementara penerimaan Bea dan Cukai realisasinya sebesar Rp 4,4 triliun dari target Rp 223,1 triliun. Rinciannya, penerimaan cukai sebesar Rp 1,5 triliun, bea masuk sebesar Rp 2,8 triliun, dan bea keluar sebesar Rp 100 miliar.

"Kalau untuk bea keluar karena adanya larangan ekspor, maka langsung drop minus 68,9%, perdagangan eceran turun, hanya sektor pertanian yang positif dan listrik air dan gas dari sisi bea keluar," ungkap dia.

Baru 4%, Penerimaan Perpajakan di Januari Rp 84 T


Simak Video "Ini Jurus Sri Mulyani Antisipasi Defisit APBN"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com