Bahlil Sebut Selama Ini Materi Promosi ke Investor Mengarang Bebas

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 20 Feb 2020 16:59 WIB
Bahlil Lahadalia
Foto: Soraya Novika
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan selama ini Indonesia mengarang bebas dalam menyusun materi promosi Indonesia di mata investor.

Hal itu disampaikan oleh Bahlil saat menyampaikan laporan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 hari ini. Rakornas dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Selama ini kita mengarang bebas dengan (mempromosikan) Indonesia kaya, punya penduduk 270 juta, tapi begitu ditanya tambangnya di mana, izinnya di mana, nggak punya kita," kata dia di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Bahlil menilai pentingnya Indonesia membuat peta khusus untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi-potensi yang dimiliki Indonesia. Peta tersebut bisa menjadi rujukan untuk mempromosikan Indonesia ke investor.

"Selama ini kita promosikan investasi tapi tidak punya peta, peta identifikasi, inventarisasi sumber-sumber daya alam apa yang akan kita akan promosikan," sebutnya.

Dirinya pun meminta arahan Presiden dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk mempertimbangkan rencana tersebut. Jadi Indonesia tidak lagi mengarang bebas dalam melakukan promosi ke investor.

"Mohon arahan Pak Presiden, Bu Menkeu, bisa kah kita buat program agar kemudian kita melakukan marketing ke negara lain tidak seperti mengarang bebas," tambahnya.



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)