Didukung Erick Thohir, Telkom Diyakini Bakal Lebih Bersaing

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2020 16:21 WIB
Illustrasi telkom indonesia
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menilai ada nuansa perbaikan perhatian dari Kementerian BUMN kepada PT Telkom. Pada era sebelumnya Telkom hanya dipandang sebagai mesin pencetak keuntungan tanpa diperhatikan strategi bisnis dan pembinaannya.

Kini di tangan Menteri BUMN Erick Thohir yang dalam beberapa pernyataannya masuk pada strategi bisnis Telkom, diharapkan ada perbaikan perhatian pada perusahaan telekomunikasi terbesar milik Indonesia itu.

"Dari nuansa dan narasinya perbaikan, tapi perlu dilihat bagaimana faktanya. Kita sih semua berharap Telkom sebagai Indonesia flag carrier tetap maju dan eksis. Bahkan bisa menjadi holding untuk perusahaan telekomunikasi dan multimedia," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2020).

Menurut Heru, harapan Erick Thohir agar Telkom bergerak ke arah bisnis digital sebenarnya sejalan dengan strategi yang sudah dan sedang digalakkan Telkom. Namun, pada masa sebelumnya usaha ini tak didukung dengan perhatian. Ini terlihat dengan komposisi yang mengisi jajaran direksi dan komisaris Telkom di masa lalu.

Heru menuturkan apabila jajaran direksi dan komisaris Telkom kelak diisi orang-orang yang bisa mendukung perusahaan bergerak ke ranah cloud computing, big data, dan teknologi mutakhir lain, pasti ada perbaikan di tubuh Telkom.

"Ya kita lihat saja nanti ke depan kan akan RUPS. Akankah cara pandang pemerintah sama dengan sebelumnya atau berbeda. Dari nuansa dan narasinya perbaikan," kata Heru.

Dia pun optimistis dengan kepedulian dari Kementerian BUMN kepada Telkom akan mampu menjawab sentilan yang sebelumnya pernah dilontarkan Erick Thohir tentang pendapatan induk perusahaan yang kalah dibanding anak perusahaan mereka yakni Telkomsel.

"Kalau petinggi Telkom dan BUMN punya strategi jitu, dalam dua tahun pendapatan Telkom bisa menyamai Telkomsel sebenarnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Erick Thohir sempat menyentil kinerja PT Telkom yang tidak lebih baik dari anak usahanya Telkomsel. Pernyataan itu dianggap sebagai sentilan bagi manajemen Telkom untuk membangun belantika masa depan agar seirama dengan kemajuan zaman.

Telkom dinilainya harus fokus dan segera menggarap jasa berbasis teknologi dan informasi digital. Lebih dari separuh nafas TelkomGroup masih tergantung pada Telkomsel. Kalkulasinya Telkomsel dengan 5.500 karyawan berkontribusi pendapatan 70%. Sisanya yang 30% diperoleh dari Telkom bersama 20-an anak perusahaannya dengan 22.000 karyawan.

Alhasil, pernyataan Erick dinilai sebagai usaha mencambuk jajaran PT Telkom untuk bangkit dan merebut kesempatan bersaing di dunia telekomunikasi mutakhir yang dinamis.

Erick berpesan Telkom harus secepatnya bertransformasi dari core bisnis eksistingnya, yaitu infrastruktur dan konektivitas dan beralih ke bisnis data center, big data, cloud computing, AI, IoT, robotics, cyber security, dan lain sebangsanya.

Menurut Heru, Telkom sejatinya sudah memiliki pondasi untuk bersaing ke bisnis cloud computing dan pengelolaan data.

"Sebenarnya Telkom sudah memberikan layanan ke sana. Misal membangun data center, bahkan bukan cuma di Indonesia tapi juga di Singapura. Sudah memanfaatkan big data, ya meski memang monetisasi tidak mudah. Cloud computing juga persaingan tajam karena juga banyak yang memberikan layanan dan bisa lebih murah," jelasnya.

Namun lagi-lagi semua butuh sinergi dari seluruh pihak untuk meraih kesuksesan di bisnis telekomunikasi paling mutakhir. Sebab ranah bisnis ini begitu luas dan dinamis. Karenanya, langkah Kementerian BUMN yang memberi perhatian pada sektor bisnis telekomunikasi diharap akan membantu membawa angin perubahan bagi masa depan yang lebih baik di PT Telkom.



Simak Video "Duh! Telkom Sentil Netflix Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)