Round-Up 5 Berita Terpopuler

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Disetop, Dolar AS Bikin Rupiah Keok

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Sabtu, 29 Feb 2020 21:30 WIB
Pembangunan proyek Kreta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) terus berlanjut. Dari informasi yang dihimpun, konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% pembangunan fisiknya.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Berita terpopuler detikFinance Sabtu (29/2/2020) tentang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang disetop sementara mulai 2 Maret 2020. Proyek ini disebut-sebut menjadi biang kerok banjir beberapa waktu lalu.

Selain soal proyek kereta cepat yang disetop, berita terpopuler lainnya adalah biang kerok dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat hingga Rp 14.300 hari ini. Selain itu ada juga jawaban Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid yang menjawab isu 'gundik' di maskapai pelat merah.

Pengin tahu informasi selengkapnya? Baca 5 berita terpopuler detikFinance berikut ini:

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disetop

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pekerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mulai 2 Maret 2020. Pemberhentian dilakukan selama dua pekan.

"Betul pemberhentian sementara. Nanti selama dua minggu akan kita evaluasi. Mulai 2 Maret," kata Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga kepada detikcom, Sabtu (29/2/2020).

Danis menambahkan, permintaan penghentian pekerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dilakukan oleh Komite Keselamatan Konstruksi.

"Suratnya penghentian kepada KCIC dari ketua komite keselamatan konstruksi. Ya memang di bawah PUPR karena itu komite dibentuk menteri pu untuk awasi jalannya manajemen konstruksi yang baik," tambahnya.

Terkait dengan dihentikannya pekerjaan proyek, Danis mengatakan karena berbagai hal. Proyek tersebut juga sempat disebut menjadi biang kerok banjir beberapa waktu lalu.

"Macam-macam berbagai hal, kamu cari lah suratnya. Satu terkait dengan metode kerja kedua berkaitan dengan dampak pekerjaan itu. Lalu berkaitan dengan cara kerja juga K3-nya," jelasnya.

"Lalu ada yang berkaitan dengan pembuatan tiang di KM 38.00," tambahnya.

Menhub Mau Panggil KCIC

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terkait dihentikannya proyek oleh Komite Keselamatan Konstruksi. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara mulai 2 Maret 2020.

"Saya belum evaluasi lagi. Saya akan evaluasi setelah itu, tapi saya memahami apa yang dilakukan pak Basuki (Menteri PUPR). Saya panggil KCIC 1-2 hari ke depan buat bahas itu semua," kata Budi Karya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (29/2/2020).

Ditanya lebih jauh terkait penyebab dihentikannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Budi Karya enggan berspekulasi. Ia meminta semua pihak menunggu penjelasan pada Selasa pekan depan.

"Nanti kita bahas hari Selasa, saya undang mereka," tuturnya.

Terkait Banjir

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung disetop sementara oleh Kementerian PUPR. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek itu dihentikan terkait banjir.

"Saya baru mendengar ada ekses terhadap pembangunan yang lain, banjir dan sebagainya," kata Budi Karya di Terminal III Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (29/2/2020).

Dia menambahkan Kementerian PUPR memiliki hak untuk memberikan sanksi bila proyek yang dikerjakan tak sesuai dengan ketentuan.

"Saya pikir hak Kementerian PUPR untuk berikan sanksi karena kita memang targetkan proyek yang baik tapi disiplin dan saling hormati satu kegiatan dengan kegiatan lain itu penting," jelasnya.

Budi Karya mengatakan akan ikut mengevaluasi dampak dari penghentian sementara proyek tersebut.

"Saya belum evaluasi lagi. Saya akan evaluasi setelah itu. Tapi saya memahami apa yang dilakukan Pak Basuki (Menteri PUPR)," tuturnya.

Biang Kerok Dolar AS Bikin Rupiah Babak Belur ke Rp 14.300

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan terus mengalami pelemahan. Hari ini, dolar AS berada di level Rp 14.340.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai faktor utama pelemahan rupiah belakangan karena dampak dari virus corona. Ketidakpastian ekonomi global akibat wabah ini turut mempengaruhi banyak aktivitas perekonomian dalam negeri termasuk pergerakan rupiah.

"Karena ini dipengaruhi faktor sentimen, sentimen global khususnya dari Covid-19 (virus corona), rupiah memang cenderung agak lemah belakangan ini," ujar Josua dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu (29/2/2020).

Josua menambahkan, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi pada rupiah saja. Fenomena ini juga terjadi di mata uang banyak negara, bahkan negara maju pun ikut mengalami pelemahan serupa.

"Bukan rupiah sendiri yang melemah, hampir semua mata uang melemah, semua merah, bahkan negara-negara maju lainnya juga mengalami pelemahan, hanya Jepang dan Swiss yang menguat," sambungnya.

'Gundik' di Garuda

Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid buka suara mengenai isu 'gundik' yang sempat jadi sorotan publik. Yenny mengatakan isu itu sangat merugikan karena membuat citra pramugari Garuda jelek.

"Saya nggak mau pakai istilah itu (gundik), itu melecehkan sekali pramugari. Satu-dua kasus terjadi tapi yang kena semua, kasihan ribuan awak kabin kita yang profesional, perempuan-perempuan terhormat, perempuan-perempuan yang punya martabat tapi mereka jadi korban pelecehan penumpang karena dianggap image sama," jelasnya di Kantor Garuda Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

Dia mengatakan, kasus yang terjadi akan disikapi perusahaan. Namun, kembali ia meminta untuk tak menyamakan semua awak kabin Garuda.

"Bahwa satu-dua kasus itu disikapi oleh perusahaan dan terus kita perbaiki tapi jangan samakan awak kabin Garuda dalam satu kategori yang sama," terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya siap menerima masukan. Namun, jika ada norma dan etika yang dilanggar maka akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada masukan berikan kepada Garuda kalau dianggap menyalahi norma dan etika kami akan berikan sanksi, jelas. Karena memang ada pasal aturan perusahaan semua karyawan diberikan contoh yang baik apalagi mereka dalam posisi front line," ujarnya.

Yenny mengatakan tak ada lagi perlakuan khusus kepada awak kabin yang memiliki kedekatan dengan atasan.

"Intinya para awak kabin ada permasalahan sama-sama tahu. Ke depan perlu membangun sistem lebih transparan bahwa ke depan aturan perusahaan betul-betul diikuti tidak ada lagi keluhan-keluhan bahwa ada special treatment karena kedekatan-kedekatan pribadi. Semua didasarkan standar yang jelas, kriteria yang jelas bahwa orang naik pangkat karena memang punya kompetensi ke sana," paparnya.



Simak Video "Capai 60%, Begini Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)