Corona Serang RI, Perundingan dengan Uni Eropa di Bali Ditunda

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2020 14:49 WIB
Kesenjangan Utara-Selatan di Eropa, Pertarungan Perebutan Dana
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan dari Uni Eropa (UE) di Bali pekan depan. Pertemuan itu bertujuan untuk membicarakan perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Namun, karena adanya penyebaran virus corona di Indonesia, pertemuan itu ditunda.

"Ada yang di-postpone (ditunda) dengan EU, mestinya minggu depan di Bali. Tapi mereka nggak bisa datang," ungkap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iman Pambagyo di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Meski pertemuan ditunda, perwakilan Indonesia dan Uni Eropa akan tetap membicarakan perjanjian dagang melalui video conference.

"Akhirnya disepakati untuk beberapa working group diadakan video conference, dan kita carikan kesempatan," ungkap Iman.

Menurut Iman, video conference dilakukan karena masih ada hal penting untuk didiskusikan mengenai IEU-CEPA. Tak hanya itu, ada beberapa perundingan internasional lain yang batal diadakan karena wabah corona.

"Masih ada yang didiskusikan. Bahkan pada April nih pertemuan Dewan Kopi Internasional, dari sekarang sudah dibicarakan untuk ditiadakan. Tapi bisa diselenggarakan secara video conference atau tidak, ini sudah kita buka, tapi how to do it," ucap dia.'

Namun, hal ini tak menghentikan upaya pemerintah memuluskan perjanjian IEU-CEPA, maupun perundingan lainnya. Ia belum mengetahui pasti adanya gangguan yang signifikan terhadap perundingan internasional yang masih berjalan.

"Kita belum sampai ke sana, baru melihat bagaimana mengakselarasinya saja. Yang jelas kita tetap mengupayakan jalan," pungkas Iman.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)