Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 07 Mar 2020 19:00 WIB

Mentan Minta BUMN Pupuk Buat Produk Berkualitas untuk Ekspor

Yudistira Imandiar - detikFinance
Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para stakeholder di industri pertanian untuk sama-sama berupaya meningkatkan produksi pangan. Dia menargetkan produk pertanian nasional dapat memenuhi kebutuhan domestik hingga menembus pasar ekspor.

Guna mencapai target tersebut, Syahrul meminta produsen pupuk, khususnya Pupuk Indonesia dan Pupuk Kujang sebagai perusahaan milik BUMN untuk memproduksi jenis pupuk lainnya untuk pengembangan komoditas yang memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Saya pikirkan kepada seluruh industri pupuk yang ada agar tidak hanya mempersiapkan pupuk-pupuk bersubsidi tetapi mempersiapkan komoditi-komoditi tertentu untuk didorong mempergunakan pupuk yang luar biasa agar besok ada ekspor yang kita lakukan," kata syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2020).

Ia mengungkapkan, pengembangan industri pertanian merupakan hal krusial di Indonesia. Sebabnya, Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa butuh ketersediaan pangan memadai.

"Oleh karena itu semua harus berkonsentrasi mendorong pertanian kita, semua harus berkonsentrasi mempersiapkan pertanian kita termasuk pangan mereka (rakyat Indonesia)," lanjut Syahrul.

Mengenai produk industri pertanian, Kementan tidak hanya berfokus pada produksi beras. Ada berbagai komoditas pangan lain yang berpotensi untuk diekspor guna mengatrol pertumbuhan ekonomi nasional.

Komoditas seperti jagung Indonesia merupakan produk yang unggul. Lalu ada juga manggis, nanas, dan jeruk. Indonesia juga memiliki varietas kopi dan cokelat yang tak kalah unggul dari kepunyaan negara lain.

Di tengah merebaknya wabah virus corona, Yasin menjelaskan, suplai nanas dari China merosot jumlahnya. Indonesia dapat mengisi kekosongan suplai itu dengan mengekspor nanas ke berbagai negara.

"Nanas itu menjadi tren sekarang. Setelah adanya virus corona di China, suplainya kurang maka ini kesempatan untuk Indonesia untuk bisa masuk ke Eropa, (seperti) Jerman dan Italia," sebut Syahrul.

Usaha tersebut perlu didukung dengan produk pupuk yang unggul. Dengan begitu, petani bisa menghasilkan komoditas pangan berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan ekspor.

"Kapan lagi kita perbaiki negeri ini , memberikan dukungan kepada petani kalau tidak dari sekarang agar mereka besok selain memenuhi kebutuhan nasional yang memang kita butuhkan menjadi makanan dan ketersediaan lainnya kita memang harus ekspor. Kenapa? karena ekspor itu menjanjikan berkali-kali lipat," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyambut baik upaya Mentan untuk meningkatkan produksi pangan oleh petani, termasuk di Karawang. Ia menjelaskan, Kabupaten Karawang Barat dapat memproduksi sekitar 1,3 juta ton gabah kering giling (GKP) per tahun. Dengan kebutuhan hanya 500 ribu ton GKP per tahun, Karawang memiliki surplus pasokan beras 800 ribu ton GKP yang dapat memenuhi stok beras nasional.

"Karena tadi sudah bicara dengan Pak Menteri, kalau sudah urusan perut adalah urusan yang besar. Kalau yang lain bisa ditunda, tapi urusan pangan tidak bisa ditunda. Kami siap bersinergi dengan program Bapak Menteri, kami berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan," sebut Cellica.

(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com