Gara-gara Truk Obesitas, Produsen Ban Diminta Turunkan Mutu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 09 Mar 2020 16:14 WIB
Michelin Indonesia meluncurkan ban khusus truk, XZY 3 HD dan HDY 3 HD. Peluncuran dihadiri oleh Direktur Komersial Ban Truk dan Bus PT Michelin Indonesia Sylvain Selves (kiri) dan Direktur Marketing PT Michelin Indonesia Putu Yudha (kanan). Ist/Michelin.
Ilustrasi/Foto: Pool
Jakarta -

Kementerian Perhubungan meminta agar industri ban melakukan down grade alias penurunan mutu untuk ban-ban yang digunakan oleh truk di Indonesia. Pasalnya, ban-ban produksi industri ini justru memicu adanya truk obesitas.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa dari laporan yang diterimanya, ban pabrikan di Indonesia paling kuat sedunia. Sehingga ban-ban tersebut bisa digunakan untuk truk over dimension over load (ODOL).

"Saya sudah komunikasi dengan asosiasi ban dan sasis memang disampaikan oleh para asosiasi ban kita memang paling kuat. Kita harapkan kita akan bekerja sama dengan Kemenperin kalau bisa ada down grade untuk spek ban yang ada di Indonesia," kata Budi di Gerbang Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020).

Dia menyebutkan, meskipun melakukan down grade, dia meminta agar ban tetap bisa aman digunakan. Dia menegaskan down grade dilakukan untuk menurunkan daya muat.

"Sebetulnya down gradenya hanya untuk menurunkan daya muatnya saja. Jadi kalau sekarang muatnya kan disampaikan ada kawat dan besi dan sebagainya sehingga kuat," ungkap Budi.

Dia mencontohkan misalnya truk tersebut hanya memiliki daya muat 30 ton saja, kalau muatan berlebih maka ban akan pecah.

"Jadi misalnya, kalau muat untuk 30 ton saja kalau lebih dari itu bannya akan pecah," kata Budi.



Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)