Virus Corona Sudah Mewabah, Orang Kaya RI Jangan Diam Saja!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 16 Mar 2020 15:35 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Beberapa konglomerat di berbagai negara sudah mulai mengucurkan hartanya untuk meredam imbas virus corona. Lonjakan jumlah kasus yang disebabkan oleh virus ini mendorong para orang kaya ini jadi dermawan dan ikut serta dalam aksi penyembuhan wabah ini.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpandangan, harusnya konglomerat Indonesia juga mengikuti jejak miliuner di beberapa negara.

Dia mengatakan tidak ada salahnya orang kaya di Indonesia menjadi dermawan di tengah merebaknya virus corona. Pasalnya orang-orang kaya ini secara ekonomis memiliki likuiditas uang yang besar.

"Kan ini juga virus mewabah, jelas mereka (konglomerat) bisa melakukan beberapa hal dan jadi filantropis. Atau bisa jadi CSR perusahaan mereka, mereka kan punya likuiditas cash money yang besar," ungkap Josua kepada detikcom, Senin (16/3/2020).

Seperti diketahui beberapa miliuner dunia sudah mulai menggelontorkan uangnya untuk menekan wabah corona.

Dari catatan detikcom, mengutip Forbes pada Kamis (30/1/2020), Yayasan Bill Gates dan Melinda Gates telah menyumbangkan US$ 10 juta atau sekitar Rp 140 milyar (dalam kurs Rp 14 ribu) untuk membantu pasien-pasien di China dan Afrika.

Termasuk US$ 5 juta atau Rp 70 milyar untuk kerja sama internasional, perawatan, dan pengembangan vaksin.

Sementara pendiri Alibaba sekaligus orang terkaya kedua di China, Jack Ma dilaporkan menjanjikan US$ 14 juta atau sekitar Rp 196 miliar untuk upaya mengembangkan vaksin coronavirus melalui Jack Ma Foundation.

Sementara itu, Alibaba mengumumkan bahwa mereka akan menggalang dana US$ 144 juta atau sekitar Rp 2 triliun untuk membantu rumah sakit membeli pasokan medis yang sangat dibutuhkan di Wuhan, kota tempat asal virus Corona pertama kali muncul.

Namun, berbeda dengan Josua, Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan jangan terlalu memaksa dan berharap pada orang kaya untuk turun tangan dalam wabah virus corona. Meski mau membantu, Piter mempertanyakan apakah bantuannya akan sangat besar.

"Itu kan sukarela ya diharapkan iya. Diwajibkan ya nggak. Jangan terlalu berharap saja sama orang kaya. Mereka bisa bantu tapi apakah cukup," ungkap Piter ketika dihubungi detikcom.

Menurutnya, pemerintah yang harusnya lebih siap mempersiapkan berbagai skenario dalan menghadapi virus corona.

"Pertanyaannya juga bagaimana pemerintah? Apalagi kalau nanti jadi kondisi terburuk, sudah harus siapkan skenarionya," kata Piter.



Simak Video "PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 13 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)