Luhut Buka Suara soal Lockdown: Kita Tidak Berpikir ke Situ

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2020 10:48 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berdialog dengan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (14/12/2016).
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jumlah kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Kini sudah ada 134 kasus positif virus corona di Indonesia. Sementara, jumlah pasien positif corona di dunia sudah mencapai 168.019 orang.

Beberapa negara pun sudah menetapkan untuk menutup segala aksesnya atau opsi lockdown, seperti China di Kota Wuhan, Italia, Spanyol, Irlandia, Denmark, Prancis, Filipina di Kota Manila, bahkan negara tetangga Malaysia, serta banyak negara lainnya.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, lockdown tak perlu dilakukan.

"Mengenai lockdown, saya kira tidak perlu berpikir ke situ. Setiap negara kan punya masalah sendiri-sendiri," kata Luhut dalam telekonferensi yang dikutip detikcom dari akun Instagram @kemenkomarves, Senin (16/3/2020).

Ia menegaskan, pemerintah sudah mengambil tindakan cermat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhatikan segala hal dalam mengambil keputusan di tengah tekanan ini, sehingga ia meminta masyarakat jangan terlalu panik.

"Jadi saya pikir tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan. Yang perlu saya garisbawahi, banyak pengamat-pengamat itu memberikan tanggapan. Proses pengambilan keputusan pada Presiden Joko Widodo dilakukan secara cermat. Presiden mendengar semua pandangan-pandangan dan beliau memutuskan dengan tegas dan cermat juga. Saya mengikuti itu semua dan saya melihat proses pengambilan keputusan itu baik sekali. Jadi kalau ada yang komentar sini dan sana, ya mungkin dia hanya melihat satu angle saja. Kita melihat banyak angle untuk kepentingan nasional," tegas Luhut.

Ia mencontohkan, imbauan Jokowi yakni menerapkan sistem bekerja dan belajar dari rumah. Ia menilai langkah tersebut sangat tepat.

"Kita masih bisa mengontrol seperti belajar dari rumah, ini kita teleconference, tidak perlu ketemu banyak-banyak di kantor lagi. Saya kira kita belajar untuk ke depan ini banyak melakukan pertemuan-pertemuan seperti ini lebih efisien juga. Tidak perlu travelling, apalagi makin bagus teknologinya," ujar Luhut.

Selain itu, ia memastikan pemerintah telah melakukan koordinasi yang cukup erat, sehingga penanganan virus corona ini dinilainya terkendali.

"Saya lihat kesadaran dari teman-teman di BUMN, di Kementerian Perhubungan, dan di Maritim, maupun di semua jajaran, itu saya kira juga sudah sangat baik," tutupnya.



Simak Video "Ada 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sehari, Sydney Perpanjang Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)