Rupiah Masih Lemah, Bagaimana Inflasinya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 15:50 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di posisi Rp 16.000an. Awal pekan ini, bahkan dolar AS hampir mendekati Rp 17.000.

Bagaimana dengan angka inflasi?

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan meskipun ada pelemahan pada nilai tukar rupiah, namun angka inflasi dipastikan masih sesuai dengan target yang ditetapkan.

Perry menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah hanya berdampak sedikit ke inflasi.

Dia menjelaskan, saat ini pasokan bahan pangan masih cukup. Hal ini menyebabkan inflasi dari bahan makanan cukup rendah.

"Permintaan dan penawaran bahan makanan masih bisa dipenuhi dengan baik. Sehingga kesenjangan outputnya negatif," kata Perry dalam video conference di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Selain itu kebijakan pemerintah untuk stabilisasi pasar keuangan dan perekonomian memberikan confident untuk pasar.

Perry mengatakan, inflasi pada Maret 2020 diproyeksi berada di kisaran 2,98%. "Sesuai sasaran kita 3% plus minus 1% tercapai, terutama karena koordinasi erat dengan Tim Pengendali Inflasi (TPI) pusat dan daerah," kata dia.

Dia menambahkan pelemahan yang terjadi pada rupiah bersifat sementara. Hal ini akan terlihat setelah kepanikan global mulai mereda dengan banyaknya kebijakan dari negara-negara di dunia.

"Jadi pelemahan rupiah sekarang temporer, dan saya yakin korporasi nggak akan menaikkan harga karena pelemahan rupiah. Makanya kami confident inflasi terkendali," tegasnya.



Simak Video "Balas Dendam! Rupiah 'Ngegas' Terus Jelang New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)