Strategi Kementan Kendalikan Harga dan Jaga Pasokan Pangan

Nurcholis Maarif - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 13:01 WIB
Kementan
Foto: Dok Kementan
Jakarta -

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi menyatakan ketersediaan dan harga pangan aman dan terkendali. Daerah yang mengalami kekurangan pasokan bakal disuplai dari daerah yang produksinya surplus.

Misalnya kekurangan cabai di daerah Yogyakarta bisa dipasok dari Jawa Tengah atau Jawa Timur dan di Kalimantan Barat dipasok dari Kalimantan Selatan. Lalu kekurangan bawang merah di Sulawesi Utara bisa dipasok dari Sulawesi Selatan yang produksi bawang merah berlebih.

Agung meminta kepada para kepala dinas (kadis) pangan yang kesulitan dalam hal ketersediaan pasokan, segera berkoordinasi dengan BKP agar stabilitas pangan tetap terjaga.

"Daerah yang pasokan pangannya surplus, agar dapat membantu daerah minus. Antara kadis harus saling berkomunikasi. Bila ada kekurangan laporkan ke kami. Kita akan bantu dengan subsidi distribusi," ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Hal itu diucapkan Agung setelah mendengar langsung laporan dari para kadis pangan seluruh Indonesia melalui video teleconference di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Para kadis pangan secara bergiliran melaporkan kondisi ketersediaan dan harga pangan di daerah masing-masing, khususnya 11 komoditas pangan strategis, yaitu beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Secara umum, komoditas pangan strategis harganya stabil, aman dan terkendali, kecuali gula pasir yang mengalami kenaikan hampir di semua provinsi karena terbatasnya pasokan di pasar.

Namun, harga gula pasir ini dalam 1-2 minggu ke depan diharapkan akan stabil di angka Rp 12.500 sesuai harga eceran tertinggi setelah ada tambahan gula sebanyak 400 ribu ton dalam waktu dekat. Tambahan gula berasal dari pengalihan 250 ribu ton gula rafinasi menjadi gula konsumsi (GKP) dan impor 150 ribu ton GKP.

Untuk bawang putih, masih ada sebagian provinsi yang harganya masih tinggi. Agung menyatakan importasi bawang putih akan segera tiba akhir Maret atau awal April.

Sedangkan bawang merah dan cabai rawit merah di beberapa provinsi produksinya berlebih, tetapi di provinsi lain ada yang kekurangan seperti di Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan NTT yang kekurangan pasokan cabai.

Lebih lanjut Agung menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan, diperkirakan sekitar 400 ribu ton gula akan menambah pasokan gula GKP minggu ini hingga awal April. Begitu juga dengan bawang putih yang importasinya akan masuk dengan volume yang cukup besar.

Untuk itu, Agung menekankan kepada para kadis pangan provinsi agar memantau distribusinya dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta satgas pangan daerah.

"Komunikasikan dengan Bulog, juga distributor pangan, pantau secara ketat bersama satgas pangan agar pasokan terkendali dan harganya kembali normal," tegas Agung.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan stok pangan di pasar.

"Kami usahakan pasokan pangan terus terjaga. InsyaAllah dari hitungan kita cukup," ujar Mentan SYL saat melepas Gelar Pangan Murah di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, Kamis (19/3/2020).

Untuk itu, pada Jumat (20/3/2020) Agung Hendriadi bersama supplier dan produsen pangan menandatangani kesepakatan bersama tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan. Dalam kesepakatan tersebut, Kementan beserta suplier dan produsen pangan menyatakan komitmen untuk menjaga stok pangan.

"Jadi kita semua sepakat bahwa menjamin pasokan dan harga untuk 34 provinsi, di mana ada wilayah yang mengalami kekurangan kami akan segera berkoordinasi," pungkas Agung.



Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)