Uni Eropa Siapkan Rp 1.780 T untuk Para Pekerja yang Kena PHK

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2020 11:09 WIB
Uni eropa
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Komisi Uni Eropa mengusulkan inisiatif bantuan baru sebesar € 100 miliar setara Rp 1.780 triliun (Rp 17.800) sebagai pinjaman kepada negara-negara anggota yang membutuhkan dana.

Dana ini akan disalurkan kepada perusahaan dan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan akan meminjamkan dana bunga murah ke negara-negara anggota.

Program ini dimaksudkan untuk mendorong perusahaan mengurangi jam kerja karyawan daripada harus memberi PHK pekerja mereka. Pekerja akan lebih menerima jika ada kompensasi untuk jam kerja mereka.

"Dalam krisis virus corona, dana ini sebuah respons bantuan besar. Setiap euro yang tersedia dalam anggaran Uni Eropa akan diarahkan untuk mengatasi setiap kendala dalam pekerjaan," kata Presiden Komisi Ursula von der Leyen, dilansir dari CNN, Jumat (3/4/2020).

Pinjaman tersebut akan dijamin oleh negara-negara anggota dan diarahkan ke mereka sangat membutuhkan. Langkah bantuan ini masih membutuhkan persetujuan dari 27 anggota blok lainnya.


Negara-negara Uni Eropa telah berkomitmen bantuan dalam jumlah besar ini dapat membantu dan mendukung bisnis serta pekerja akibat krisis corona. Walaupun negara-negara Uni Eropa sedang mengalami resesi besar.

Uni Eropa telah melonggarkan defisit anggaran untuk perusahaan dan pekerja agar bisa meminjam lebih banyak. Bank Sentral Eropa juga berjanji akan menggelontorkan miliaran euro ke pasar keuangan untuk mencegah terjadinya krisis keuangan yangb baru.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang didukung oleh para pemimpin Austria dan Belanda, menentang dana bantuan ini. Ada kekhawatiran bahwa dana pinjaman besar-besaran ini akan memicu naiknya jumlah utang masing-masing negara. Kekhawatiran ini muncul khususnya kepada Italia, yang telah terpukul paling parah oleh pandemi corona dan sudah memiliki utang yang demikian tinggi.

Menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier, Kamis (2/3/2020), mengatakan Jerman kemungkinan perekonomiannya menyusut lebih banyak tahun ini dan belum pernah terjadi selama krisis keuangan global.


Sementara itu, angka pengangguran meningkat dengan cepat di Eropa. Di Spanyol, pengangguran pada Maret lalu naik 302.265 orang menjadi 3,5 juta, kenaikan terbesar dalam catatan negara. Jumlah karyawan Perancis angka pengangguran telah mencapai 4 juta orang.

Inggris, yang meninggalkan Uni Eropa awal tahun ini, mengatakan jumlah orang yang mengklaim tunjangan kesejahteraan kredit universal naik menjadi 950.000 selama dua minggu terakhir selama Maret lalu.



Simak Video "Per 7 Juli, Pemerintah Periksa 17.816 Spesimen Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)