Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Apr 2020 21:30 WIB

Strategi Kelola Operasional UMKM Selama Corona

Soraya Novika - detikFinance
bantu bisnis kuliner Foto: istimewa
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) pastinya menjadi momok tersendiri bagi para pelaku usaha terutama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bukan berarti pelaku UMKM boleh lengah dengan kondisi seperti ini. Pelaku UMKM wajib mengencangkan ikat pinggangnya terutama dalam mengelola operasional bisnis masing-masing.

Menurut Koordinator Wilayah Jawa Timur International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Mufid Wahyudi, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu disiapkan oleh setiap pelaku usaha. Di antaranya adalah kualitas produk (quality), biaya operasional (cost), dan distribusi barang (delivery).

"Yang paling penting di dalam operasional itu ada 3 poin quality, cost, dan delivery. Dan tiga-tiganya ini tidak bisa kita lepaskan satu sama lain. Ini semuanya saling terkait. Jadi bagaimana quality harus kita jaga bener, cost juga kita jaga, dan delivery harus kita jaga," ujar Mufid, Kamis (9/4/2020).

Dari segi kualitas, penting untuk senantiasa dijaga sebab kualitas akan menentukan apakah produk atau service suatu bisnis itu dapat diterima oleh pasar atau tidak. Apapun pasarnya dan bagaimanapun kondisinya kualitas tetap harus baik.

"Quality ini hal yang penting, bahkan jadi poin utama untuk beberapa lini usaha," katanya.

Ada 8 hal yang menjadi acuan suatu bisnis itu menawarkan kualitas produk yang baik atau tidak yakni dinilai dari performa, fitur, kesesuaian, estetika, daya tahan, keandalan, kemampuan melayani, dan kualitas persepsi.

Lalu, dari segi biaya operasional. Biaya operasional memiliki faktor dalam produksi barang dan jasa pada UMKM.

"Tidak semua cost memiliki biaya yang rendah, bisa saja fluktuatif. Namun, mengontrol dan mengurangi cost adalah tantangan bagi UMKM," sambungnya.

Adapun biaya operasional yang perlu diprioritaskan adalah biaya buruh, biaya peralatan dan biaya bahan.

Terakhir, distribusi barang. Distribusi barang memiliki peranan yang penting untuk menyalurkan produk dan jasa ke pelanggan.

"Namun, di era digital ini, indikator delivery yang baik adalah waktu yang cepat atau on time," katanya.

Adapun indikator distribusi barang yang perlu diperhatikan di antaranya penyimpanan bahan, barang atau produk baik sebelum, selama, dan setelah pengantaran produk. Selain itu, kecepatan yang kini bisa memanfaatkan teknologi berdasarkan user experiences.



Simak Video "Begini Perilaku 'New Normal' Pengguna Shopee Imbas COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com