Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Apr 2020 21:00 WIB

Harganya Tembus Rekor Lagi, Warga Berbondong-bondong Jual Emas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Harga beli emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat kembali turun hingga Rp 4000/gram. Kini harga yang dijual oleh Antam sebesar Rp 533 ribu/gram. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Harga emas masih tinggi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Harga emas batangan yang dijual Antam saja masih betah di level Rp 900.000-an per gram. Begitu juga dengan harga emas perhiasan yang masih tinggi. Hal ini pun dimanfaatkan masyarakat untuk menjual emas yang dimilikinya.

Saat harga sedang tinggi, masyarakat memilih menjual emasnya demi memperoleh uang tambahan yang dapat digunakan untuk menopang kebutuhan keluarganya di masa isolasi. Pasalnya, pandemi ini menyebabkan sejumlah kegiatan mencari nafkah terhambat, sementara harga bahan-bahan pokok sedang naik.

"Mumpung lagi naik harganya, saya jual saja emasnya. Saat beli enam tahun lalu, sebesar Rp 385.000/gramnya. Karena lagi butuh saya jual perhiasan seberat 3 gram dihargai Rp 610.000/gram," ungkap Rohyani (38) warga Tegal, usai menjual perhiasan, Kamis (9/4/2020).

Rohyani mengaku memperoleh keuntungan hampir dua kali lipat. Ia membawa pulang uang sebanyak Rp 1.830.000 setelah menjual emas yang dibelinya 6 tahun silam. Uangnya pun akan ia manfaatkan untuk belanja kebutuhan harian.

"Selama isolasi ini kan usaha sedang turun. Pendapatan juga kurang, jadi saya jual untuk makan harian. Mumpung harga mahal," jelas Rohyani.

Lebih lanjut, pandemi Corona ini menyebabkan penjualan lesu di toko-toko emas perhiasan. Di Toko Emas Kresno Jalan A Yani Kota Tegal, pantauan detikcom untuk hari ini harga emas dipatok Rp 625.000/gram. Sedangkan untuk warga yang hendak menjual dihargai Rp 610.000/gram.

Harga yang cukup tinggi ini menyebabkan sejumlah masyarakat menahan aktivitas membeli emasnya. Justru malah aktivitas menjual emas ke toko yang marak.

"Semenjak wabah Corona banyak warga yang jual perhiasannya. Harga emas juga terus naik, memang kenaikan tidak tiap hari sih. Warga yang beli dan yang jual perhiasan lebih banyak warga yang jual," terang seorang karyawan toko emas di Kota Tegal Angelia (23).

Tak jauh berbeda, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Cabang Tegal, Hilal AR mengungkapkan, lesunya penjualan emas ini terjadi sejak wabah Corona menjangkit Indonesia, yaitu pada awal Maret 2020.

"Untuk animo pembeli di Kota Tegal dan Karesidenan Pekalongan hilang sekitar 40%. Kelesuan pembeli akibat memang perekonomian sedang lesu ditambah dengan akibat pengaruh dari wabah COVID-19," ujar Hilal.

Untuk mengantisipasi dampak penurunan penjualan semakin melebar, APEPI Kota Tegal meminta kepada pemerintah untuk mengurangi pajak emas.

"Dalam situasi seperti ini sikap asosiasi tetap men-support anggotanya. Terutama dari perpajakan mohon dikurangi karena memang jual beli sedang berkurang," pungkas Hilal.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com