Jokowi Tegaskan Tak Boleh Hambat Izin Produsen APD hingga Ventilator

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 11:46 WIB
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Sebanyak 213 negara saat ini menghadapi permasalahan yang sama yakni pandemi virus Corona. Dengan banyaknya negara yang mengalami masalah yang sama, maka terjadi perebutan alat-alat kesehatan.

Berdasarkan hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan para menteri untuk melihat potensi dan mendorong industri dalam negeri yang mampu memproduksi alat-alat kesehatan.

"Kita harus melihat kembali seluruh potensi sumber daya yang kita miliki di negara kita. Terutama industri dalam negeri kita untuk memproduksi alat-alat kesehatan untuk penanganan COVID-19, baik industri bahan baku obat, farmasi, fitofarmaka, berkaitan dengan APD, industri masker atau yang berkaitan dengan industri ventilator," ujarnya saat membuka rapat terbatas, Rabu (15/4/2020).

Untuk itu, Jokowi instruksikan untuk memberikan dukungan kepada pelaku industri yang memproduksi alat-alat kesehatan tersebut. Salah satunya dengan relaksasi proses perizinan yang tidak menghambat, termasuk persoalan standarisasi.

"Semua kementerian ini jangan sampai ada yang menghambat proses perizinannya, baik urusan APD yang masih butuh standar ini, standar ini. Menjadi kewajiban kita untuk memperbaiki agar standar ini terpenuhi, tapi jangan dipersulit. Tolong dengarkan betul keluhan-keluhan di bawah, sehingga tidak ada namanya perizinan menghambat produksi yang ada," tambahnya.

Jokowi juga meminta agar pelaku industri alat kesehatan bisa dipermudah dalam mendatangkan bahan bakunya. Sebab masih ada beberapa bahan baku alat kesehatan yang berasal dari luar negeri.

"Ketersediaan bahan baku, tadi saya senang beberapa bahan baku ada yang bisa dipenuhi di dalam negeri. Tapi yang masih perlu impor bahan baku betul-betul, terutama di Bea Cukai, Kemendag. Ada relaksasi yang betul-betul dilakukan saya kira, sehingga proses perizinan yang cepat dan terintegrasi ada dan dibantu mereka," tegasnya.



Simak Video "100.000 APD Mulai Disebar ke Sejumlah Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)