Pilot Hingga Awak Kabin Mulai Rasakan Dampak Ngeri Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 19 Apr 2020 06:25 WIB
Penerbangan perdana Bandara Kertajati
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Jakarta -

Industri penerbangan Tanah Air sudah mulai mencari cara mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Sebab, banyak masyarakat yang berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran virus.

Kebijakan tersebut tentunya sangat berdampak pada industri penerbangan. Di tanah air, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Batik Air sudah mulai melakukan efisiensi agar perusahaan tetap bertahan.

Batik Air yang merupakan anak usaha Lion Group ini menawarkan kepada para pilotnya untuk cuti di luar tanggungan perusahaan. Kebijakan ini diambil lantaran frekuensi penerbangan turun imbas merebaknya virus Corona.

Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro membenarkan informasi tersebut. Menurutnya para pilot Batik Air memang ditawarkan cuti di luar tanggungan.

Menurut Danang, tawaran tersebut bersifat sukarela dan sebagai upaya manajemen mempertahankan bisnis di tengah pandemi virus Corona.

"Pandemik COVID-19 (Coronavirus disease) ini menyebabkan beberapa/banyak rute domestik dan internasional tidak diterbangi (dioperasikan), sehingga produksi layanan penerbangan menurun signifikan," kata danang saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

"Karena produksi menurun, sebagai salah satu upaya mengurangi beban perusahaan, maka kami menawarkan kepada karyawan termasuk pilot untuk cuti di luar tanggungan perusahaan secara sukarela," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2