Keringanan Pajak Bisa Selamatkan Perusahaan di Tengah Corona?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 13:06 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Langkah pemerintah memberikan beberapa insentif pajak dinilai dapat menjaga likuiditas perusahaan di tengah ancaman virus Corona alias COVID-19. Sejak awal Maret, pemerintah sudah mengumumkan insentif pajak tersebut adalah penanggungan PPh pasal 21, penundaan pembayaran PPh Pasal 22 impor, pengurangan tarif PPh Pasal 25, dan percepatan restitusi PPN.

Pengamat pajak dari Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar mengatakan kebijakan tersebut memberikan tambahan likuiditas tambahan bagi perusahaan.

"Harus dibarengi dengan insentif lainnya, seperti relaksasi restitusi PPN dalam PMK 23 Tahun 2020. Percepatan restitusi ini akan sangat membantu sekali likuiditas perusahaan," kata Fajry saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (27/4/2020).

Fajry menilai ketersediaan likuiditas menjadi kunci bagi perusahaan di tengah krisis seperti sekarang. Dengan likuiditas yang cukup, maka sebuah perusahaan tidak perlu melakukan efisiensi seperti merumahkan pegawainya maupun memutuskan PHK.

"Perlu diingat kalau perusahaan tidak dapat menggaji karyawannya, maka akan menjadi beban pemerintah di kemudian harinya," jelasnya.

"Inilah alasan mengapa pemerintah harus menyokong sustainabilitas perusahaan," tambahnya.

Klik halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Asyik! Anies Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Listrik di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]