Jakarta Jadi Epicenter Virus Corona, Bagaimana Penanggulangannya?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 17:25 WIB
Seberapa sering kepala negara merelakan gajinya dipangkas?
Foto: BBC World
Jakarta -

Jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta mencapai angka 3.832 kasus, sebanyak 338 orang telah dinyatakan sembuh dan 375 dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data dari laman resmi pemantauan COVID-19 DKI Jakarta, hingga Senin (27/4), sebanyak 1.950 orang masih dirawat dan 1.169 lainnya masih menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jakarta sampai saat ini mencapai 6.085. Rinciannya, sebanyak 185 masih dalam proses pemantauan dan 5.898 telah selesai dipantau.

Melihat fakta itu, pemerintah tak bisa sendirian menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh virus Corona ini. Sehingga, butuh keterlibatan berbagai pihak agar penanggulangannya bisa cepat dilakukan.

Inisiator #BerbuatBaikEsokHari, Basuki Surodjo menyampaikan bahwa dirinya bersama seluruh tim Ayoopeduli.com yang terlibat akan bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan berupa APD, Infrared Thermometer dan produk kesehatan lainnya ke 5 Kantor Walikota di DKI Jakarta untuk dimanfaatkan dan disalurkan kembali. Hal ini dilakukan karena DKI Jakarta merupakan wilayah episenter dari penyebaran wabah COVID-19.

"Agenda kami minggu ini adalah silaturahmi ke Walikota Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, Utara dan Jakarta Selatan kami sudah kunjungi terlebih dahulu beberapa hari lalu. Donasi APD dan beberapa produk alat kesehatan lainnya kami fokuskan di Jakarta karena DKI Jakarta merupakan epicenter penyebaran virus Corona. Perlu banyak bantuan untuk membantu seluruh stakeholder terkait," ujar Basuki dalam keterangannya Selasa (28/4/2020).

CEO Airmas Group ini menjelaskan bahwa dirinya bersama Ayoopeduli.com berupaya untuk terus bahu membahu bersama pemerintah dalam rangka penanggulangan COVID-19. Ayoopeduli.com sendiri merupakan aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan kesadaran dan tanggung jawab Airmas Group untuk membantu karyawan internal hingga masyarakat umum.

"Karena adanya wabah Corona ini, kami ingin mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk bersama-sama berbuat kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan. Untuk itu kami menginisiasi kampanye sosial #BerbuatBaikEsokHari dan puji syukur mendapat respon positif serta dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh publik. Produk yang kita siapkan juga sudah melalui proses validasi dan mengikuti standar WHO," tambahnya.

Menurut grafik yang dikeluarkan oleh situs Corona.jakarta.go.id jumlah penambahan kasus virus Corona di Jakarta dalam 1 minggu ke belakang terus mengalami penurunan.

Menurut Cobaz, fenomena ini justru dapat menjadi momentum untuk terus berbagi, sehingga dapat semakin mempercepat proses pemulihan pasca wabah COVID-19. Terlebih ekonomi bangsa menjadi salah satu sektor yang cedera cukup parah.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor perekonomian bangsa terdampak cukup parah. Alangkah baiknya jika kita dapat berdampingan membantu pemulihan di sektor ekonomi dengan terus memberikan bantuan sosial sebisa mungkin. Masing-masing orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk berbagi. Mudah-mudahan dengan semangat gotong royong kita bisa meminimalisir kekhawatiran bagi masyarakat yang membutuhkan," tutur Ketua Umum HIPMI Jakarta Barat itu.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan dalam situasi seperti sekarang sangat dibutuhkan uluran tangan agar bisa saling membantu sesama masyarakat. Ia optimis Indonesia bisa melewati ujian wabah pandemi ini.

"Ini momentum kita untuk saling berbagi, saling memberi. Kita diberi kesempatan untuk saling membantu sesama masyarakat. Insyallah dengan semangat itu kita bisa melewati ujian dan cobaan pandemi inii," kata Irwandi.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)