Pemerintah Mau Buka 900.000 Hektare Sawah Baru di Kalimantan

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 16:13 WIB
Sejumlah petani beraktivitas di lahan sawah kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (3/7/2019).
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Untuk mengamankan stok beras, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk membuka lahan persawahan baru di Kalimantan Tengah (Kalteng). Targetnya ada 900 ribu hektar (ha) lahan persawahan baru yang muncul.

Rencana itu kembali dibahas dalam rapat terbatas yang membahas mengenai bahan pangan hari ini. Sudah ada sekitar 200 ribu ha di Kalteng yang siap untuk dijadikan lahan persawahan baru. Jokowi memberikan arahan agar infrastrukturnya ditinjau kembali.

"Tadi arahan bapak Presiden karena lahan gambut dari laporan yang disampaikan Menteri PUPR, bahwa lahan gambut ini yang disiapkan bisa 1/3-nya atau sekitar 200 ribu ha. Tadi arahan bapak Presiden bahwa ini untuk ditinjau kembali termasuk infrastrukturnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5/2020).

Memang, lanjut Airlangga, lahan persawahan di Kalimantan dari segi keuntungan jauh lebih rendah dibandingkan di pulau Jawa. Sebab lahannya rata-rata merupakan lahan gambut.

Namun pemerintah beralasan, Kalimantan berdasarkan BMKG merupakan wilayah yang masih memiliki curah hujan yang baik hingga November mendatang. Sementara wilayah lainnya sudah masuk dalam musim kemarau.

"Saran dari FAO dan juga BMKG terkait akan adanya musim kering di bulan Agustus di tahun ini di daerah-daerah Jawa, Sulawesi Selatan dan NTB. Bahkan NTB sudah mulai lebih dahulu. Maka Kalimantan yang mempunyai curah hujan relatif masih cukup baik sampai bulan November ini jadi salah satu alternatif yang nanti akan dipelajari oleh Kementan dan Kementerian PUPR dan beberapa BUMN," terangnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, ada metode bertanam pagi di lahan rawa. Salah satunya menggunakan bibit Inbrida Padi Rawa (Inpara). Varietas padi itu tahan khusus untuk daerah rawa atau daerah yang sering tergenang air.

"Kita sudah memiliki produksi bibit yang cukup namanya Inpara, bibit ini memang bibit untuk rawa. Kita bisa berharap bisa menuai hasil yang lebih baik dibandingkan yang pernah kita lakukan pada lahan gambut yang lalu yang diasumsikan gagal itu. Memang syaratnya parit-parit kecil," terangnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi meminta BUMN dan pemerintah daerah serta Kementerian Pertanian untuk membuka lahan-lahan persawahan baru. Targetnya 900 ribu hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah.

"Itu yang sudah siap itu sebesar 300 ribu hektar, juga yang dikuasai oleh BUMN ada sekitar 200 ribu hektar. Ini dibuat perencanaan agar bisa ditanami padi, walaupun mungkin yield-nya lebih rendah dari pada yang lain. Namun kita perlu mengantisipasi kekeringan yang akan melanda di beberapa negara dan di Indonesia. Walaupun dari BMKG menyampaikan bahwa tidak akan ada cuaca kering ekstrem," tutupnya.



Simak Video "Situ Kering, Ratusan Hektare Sawah di Purwakarta Terancam Kekeringan!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)