Pengusaha Sudah Siap kalau Mal Dibuka Lagi Juni?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 18:30 WIB
Suasana pusat perbelanjaan di kawasan Bintaro, Tanggerang Selatan, yang tutup 
imbas wabah COVID 19, Senin (30/3/2020).
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Pemerintah punya kajian awal soal pemulihan ekonomi nasional pascapandemi virus Corona (COVID-19). Salah satunya kajian akan dibukanya pusat-pusat perbelanjaan atau mal pada 8 Juni 2020 mendatang.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mendukung rencana tersebut. Namun pihaknya membutuhkan dukungan dari pemerintah berupa bantuan gaji karyawan.

Budi mengatakan akan banyak pengusaha yang tidak sanggup membayar karyawan saat toko baru kembali dibuka. Sehingga pihaknya meminta diberikan bantuan gaji setidaknya selama 3 bulan setelah mal dibuka.

"Membuka pun perlu dukungan pemerintah. Salah satunya bantuan gaji karyawan itu bisa seperti luar negeri, langsung diberikan bantuan untuk gaji karyawan. Minimal gaji karyawan untuk memulai ini bisa dibantu dulu bisa 3 bulan lah kita minta bantuannya itu," katanya kepada detikcom, Senin (11/5/2020).

Diperkirakan saat mal baru dibuka pun tidak akan maksimal. Seperti tidak semua ritel langsung buka karena ada pihak yang tidak sanggup bayar karyawan hingga bayar sewa.

"Bisa saja toko yang buka nggak semua. Dari berapa mal hanya berapa yang buka dan bisa juga perusahaannya sudah nggak kuat. Disuruh buka juga mau bayar karyawan dan sewa sudah nggak bisa," ucapnya.

Budi berharap ada kerja sama dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Sehingga saat mal dibuka tidak ada kendala di lapangan.

"Kita harapkan kerja sama dengan Pemda setempat agar dalam proses pembukaan itu tidak ada gangguan di lapangan," imbuhnya.



Simak Video "Pemerintah Subsidi Listrik Pengusaha Rp 3 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)