Kapan Situasi Kembali Normal? Pemerintah Harus Beri Kepastian

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2020 08:59 WIB
Pasar Anyar Tangerang (Dok Istimewa)
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Kembali terdengar desakan agar pemerintah segera memberi harapan bagi masyarakat perihal kepastian kondisi akibat pandemi COVID-19 ini dapat kembali normal. Pemerintah didesak tidak berlama-lama untuk memutuskan hal tersebut.

"Hingga akhir April, kami melihat tidak ada satu pun pihak yang mendorong pemerintah segera memberi kepastian bagi masyarakat dengan membuat panduan fase-fase pembukaan aktifitas ekonomi hingga nanti semua normal penuh. Pada 27 April kami terdorong bersuara pada pemerintah karena melihat banyak orang sangat susah mencari nafkah imbas dari PSBB," ujar Praktisi Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi Milenial Frans Meroga Panggabean dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2020).

Menurut Menkopolhukam Mahfud MD pemerintah akan melakukan kajian guna segera diputuskannya relaksasi PSBB. Bahkan belakangan beredar konsep kajian timeline fase pembukaan kegiatan ekonomi yang dibahas oleh Kemenko Perekonomian.

"Puji syukur pemerintah mendengar aspirasi masyarakat bawah yang kondisinya sudah sangat sulit dalam menafkahi keluarga. Sudah sesuai dengan yang kami maksudkan kemarin, segera ada panduan tahapan jenis industri yang dapat beroperasi kembali, tapi tetap patuh pada protokol kesehatan yang ketat, serta sebelumnya lolos dari sejumlah kondisi sebagai prasyarat," kata Wakil Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari ini.

Frans menambahkan, pemerintah harus serius melaksanakan prasyarat-prasyarat yang ketat sebelum melangkah ke setiap fase pembukaan kembali aktivitas ekonomi. Banyak contoh sukses dari negara lain yang dinilai berhasil mengatasi kondisi pandemi COVID-19 pantas ditiru. Indonesia dapat mencontoh perpaduan strategi yang dianut Vietnam, Taiwan, dan Korea Selatan.

"Biarpun 3 negara itu berbatasan langsung dengan Tiongkok sebagai sumber pandemi, tetapi mereka dapat kendalikan pandemi ini sehingga sangat minim korban dan saat ini kegiatan ekonomi mereka sudah berjalan kembali. Sangat salut bahkan pada Vietnam, negara yang tidak lebih kaya dari Indonesia itu mencatat tidak ada sama sekali korban jiwa dengan hanya 288 kasus positif serta saat ini semua telah sembuh," jelas Frans.


"Teori sederhananya, cari tahu yang sakit sebanyak mungkin agar segera ditangani sampai sembuh, lalu yang sehat dibolehkan aktivitas normal kembali. Kunci suksesnya adalah contact tracing maksimal dan tes masal. Vietnam disiplin melakukan contact tracing dengan ketat mengisolasi orang yang pernah kontak dengan kasus positif, sedangkan Korea Selatan fokus melakukan tes masal," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]