Daya Beli Rendah Meski Ada THR, Ini Biang Keroknya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 10:52 WIB
ilustrasi uang
Foto: iStock
Jakarta -

Lebaran tahun ini akan sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena dibayangi virus Corona (COVID-19). Jika biasanya Tunjangan Hari Raya (THR) dapat mendongkrak daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi, THR tahun ini dinilai tidak banyak berdampak.

Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan hal itu karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga yang bisa dibelanjakan terbatas karena masyarakat tak bisa ke mal maupun tempat wisata.

"Tambahan (daya beli) ini tidak terlalu banyak karena yang bisa dibelanjakan terbatas karena ada PSBB, kemudian hambatan-hambatan ke pusat perbelanjaan maupun sarana wisata," kata Tauhid kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).

Kemudian adanya larangan mudik. Kebijakan itu tentu akan berpengaruh terhadap ekonomi mengingat momentum Lebaran biasanya mendorong konsumsi masyarakat. Terlebih lagi mereka yang mudik melalui jalur darat bisa mendorong perekonomian daerah.

"Ada tambahan uang akhirnya tidak bisa dibelanjakan. Akhirnya memang dampak ekonominya relatif kecil sekali dibanding tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menambahkan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga jadi biang keroknya. Akibatnya mereka yang kena PHK tersebut tak bisa dapat THR sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan dan kehilangan daya beli.

"Banyak yang kehilangan pekerjaan, kena PHK atau tidak bisa buka usaha akibat PSBB. Mereka ini kehilangan income, kehilangan daya beli. Tapi mereka tidak dapat THR Karena mereka bukan lagi pegawai yang berhak mendapatkan THR," ujarnya.



Simak Video "Gegara Corona, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp 362 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)