Fantastis! Kerugian Ekonomi Akibat Corona Bisa Tembus US$ 8,8 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2020 10:40 WIB
Mitigasi Dampak Ekonomi Virus Corona
Ilustrasi/Foto: detik
Jakarta -

Asian Development Bank (ADB) memprediksi kerugian ekonomi dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 bisa mencapai US$ 5,8 triliun dan US$ 8,8 triliun.

Kepala ekonom ADB Ysuyuki Sawada mengungkapkan angka ini lebih besar dibandingkan prediksi ADB sebelumnya yang sebesar 6,4% - 9,7% dari produk domestik bruto (PDB) dunia. Serta lebih buruk daripada proyeksi ADB pada April sebesar US$ 2 triliun hingga US$ 4,1 triliun tergantung dari berapa lama pemulihan dilakukan.

"Analisis dan proyeksi tentang ekonomi ini seharusnya bisa menjadi pedoman para pengambil kebijakan untuk menekan dampak pada kerusakan ekonomi di berbagai negara," kata Yasuyuki dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2020).

Dia mengungkapkan dengan pembatasan yang dilakukan di berbagai negara, roda bisnis menengah paling lama bisa bertahan 6 bulan. Kemudian untuk bisnis kecil hanya mampu bertahan tiga bulan.



Virus yang ini juga telah melumpuhkan ekonomi China sejak Desember tahun lalu. Kemudian menyebar ke berbagai negara dan mencatat jumlah infeksi hingga kematian yang tinggi.

Pemerintah di berbagai negara mengambil langkah dengan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran ini.

Yasuyuki menyebut hampir ada 300.000 orang di seluruh dunia yang telah meninggal akibat komplikasi virus ini. Jumlah orang terinfeksi lebih dari 4,3 juta orang.

Di China, COVID-19 menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$ 1,6 triliun, di Asia US$ 1,7 - US$ 2,5 triliun. Kemudian COVID-19 juga akan membuat 158-242 juta orang kehilangan pekerjaan.

ADB mengapresiasi langkah bank sentral di seluruh dunia yang bergerak cepat untuk mengurangi dampak ekonomi dari COVID-19 ini. Stimulus fiskal yang diberikan diharapkan bisa membantu sektor keuangan yang masih dibayangi resesi ekonomi global.



Simak Video "CDC China: Peningkatan Kasus Corona Tak Hanya Gegara Mutasi Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)